PGN
Rabu, 05 Agustus 2026 18:02 WIB
Penulis:Nila Ertina

PRABUMULIH, WongKito.co – Kegiatan rutin penimbangan dan pencatatan sampah di lingkungan Griya Sejahtera Belitung (Grisabel), Prabumulih, Jumat (31/7/2026), menjadi sarana pengelolaan limbah sekaligus memberikan peluang nyata bagi warga untuk menukar berbagai jenis sampah menjadi uang tunai.
Bank Sampah Grisabel sendiri telah berdiri sejak tahun 2014. Selama lebih dari satu dekade beroperasi, keberadaannya semakin dikenal sebagai wadah yang tidak sekadar mengurangi tumpukan sampah, melainkan juga membawa manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.
Meskipun hingga kini, Direktur Bank Sampah Grisabel, Dwi Siti Kholifa, menjelaskan masih menghadapi kendala dalam menjaring warga baru untuk bergabung. Kondisi ini tak lepas dari harga beli sampah yang ditetapkan belum mampu bersaing dengan tawaran dari pengepul keliling di sekitar lingkungan warga.
"Kami ingin agar Bank Sampah Grisabel ini tetap bisa berjalan dan eksis terus. Harapan kami nasabahnya semakin banyak, dan keberadaannya tetap berguna bagi lingkungan sekitar," ujar Dwi.
Baca Juga:
Saat ini tercatat ada 30 orang anggota yang sudah terdaftar resmi. Namun, jumlah yang aktif menyetor sampah setiap bulannya bisa berubah-ubah, ada yang menyetor rutin tiap bulan, tapi ada juga yang baru datang beberapa waktu sekali.
Dwi menjelaskan untuk bergabung menjadi nasabah, persyaratannya cukup sederhana. Calon anggota hanya perlu melampirkan dokumen berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga, kemudian akan mendapatkan nomor rekening serta buku tabungan pribadi layaknya di lembaga keuangan konvensional.
Penarikan saldo tabungan umumnya dilakukan setahun sekali, tepatnya di pertengahan bulan puasa menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain dicairkan menjadi uang tunai, saldo yang sudah mencukupi nominalnya juga bisa ditukar langsung membeli token listrik.
Dia menambahkan berbagai jenis sampah yang masih memiliki nilai ekonomis dapat disetor ke sini. Mulai dari kardus, koran, plastik, logam seperti tembaga, hingga inovasi terbaru berupa minyak jelantah. Setiap jenis memiliki harga tukar yang berbeda-beda, salah satunya koran senilai Rp700 per kilogram.
"Saya mengajak warga untuk mulai memilah sampah di rumah dan menabung di sini. Ingatlah, sampah yang kita kumpulkan itu bisa kita ubah menjadi rupiah yang bermanfaat," katanya.
Salah satu bukti kepercayaan warga terlihat dari kesetiaan nasabah lamanya. Respati salah seorang warga yang telah bergabung di Bank Sampah Grisabel sejak tahun yang sama saat lembaga ini mulai beroperasi, dan hingga kini masih rutin menyetor limbah kardus serta plastik. Ia menyebut uang hasil tabungan yang dikumpulkan selama satu hingga dua tahun rutin digunakan untuk keperluan Hari Raya.
Baca Juga:
"Saya sudah di sini sejak awal berdiri. Uangnya saya kumpulkan dulu baru diambil saat mau lebaran, lumayan banget buat belanja keperluan," ungkap Respati.
Meski rutin menyetor, ia mengakui berharap sistem penimbangan dan harga yang ditetapkan dapat lebih adil. Menurutnya, harga saat ini masih dirasa kurang menguntungkan sehingga membuat beberapa warga lebih memilih menjual langsung ke pengepul keliling.
"Harapannya harganya lebih layak dan penimbangannya lebih teliti, supaya kami tidak beralih ke tempat lain. Daripada sampah menumpuk di TPA, lebih baik dikumpulkan di sini dan jadi uang meski baru cair setahun sekali," tuturnya.(Azzahri Putra)
setahun yang lalu