Berburu BBM di Jalinteng Sumatera, Pertalite Antre, Pertamax Hilang

Sabtu, 18 Juli 2026 08:07 WIB

Penulis:Nila Ertina

Salah satu SPBU di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera yang tampak lenggang
Salah satu SPBU di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera yang tampak lenggang (Foto WongKito.co/Nila Ertina FM)

"Kita nyari pertalite dulu ya," kata Ihsan seorang mahasiswa yang mendapat tugas menyetir saat perjalanan ke Kabupaten Lahat dari Kota Palembang, Senin (13/7/2026).

Memasuki pusat perkantoran dan perekonomian Kabupaten Muara Enim, kami mulai mencari POM bensin untuk mengisi tangki minyak mobil setelah berjalan lebih dari 4 jam.

Namun, belum satupun SPBU yang tampak lengang untuk membeli pertalite. "Iya sudah, kita langsung ke Curup Bedegung saja kalau masih cukup," ungkap yang lain.

Ihsan menjawab, masih cukup kok. Kami pun berjalan, ke arah Tanjung Enim, sembari tetap melihat kanan kiri kalau saja ada POM bensin yang bisa disinggahi untuk membeli pertalite.

Baca Juga:

Perjalanan ke Curup Bedegung, dari Muara Enim, menempuh sekitar 2 jam. Minyak mobil pun, masih cukup untuk sampai perjalanan pulang.

Sepulang dari curup, kami pun kembali berburu pertalite.

Semua SPBU di sepanjang jalan terlihat antrean pertalite mengular, menyaingi antrean solar. Ada juga SPBU yang sepi, tetapi bisa dipastikan kalau SPBU tersebut tutup, tidak dipasok bahan bakar minyak (BBM).

Terpaksa beli Pertamax

Tidak berhasil mengikuti antrean pertalite, karena antrean mengular, kami pun mulai berpikir mending beli pertamax saja karena tangki minyak mulai menipis.

"Kita beli pertamax saja mbak," kata Ihsan.

Selanjutnya, perburuan pun dialihkan mencari pertamax, tetapi ternyata selain antrean pertalite yang panjang, banyak SPBU yang tidak menjual pertamax.

Tiga hari di Kabupaten Lahat, mobil minibus yang kami tumpangi akhirnya, bisa "minum" pertalite dengan puas pada hari keempat, saat perjalanan pulang menuju Kota Palembang, ada SPBU yang masih melayani pertalite dengan tidak perlu mengantre lama, di Kota Prabumulih, pada Kamis malam (16/7/2026).

164 SPBU di Sumsel

Data Pemprov Sumsel menunjukan sebanyak 164 SPBU di Sumatera Selatan (Sumsel), di mana sebanyak 48 di antaranya berada di Kota Palembang.

Sebelumnya, Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menyampaikan rata-rata penyaluran Bio Solar yang sebelumnya sekitar 1,6 juta liter per hari meningkat menjadi sekitar 2,06 juta liter per hari pada Juli 2026.

Mengutip laman bloombergtechnoz Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat penyaluran Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite sepanjang 1 Januari—30 Juni 2026 mencapai 13,96 juta kiloliter (kl) atau 47,68% dari kuota 2026 sebanyak 29,27 juta kl.

Sementara itu, Jenis BBM Tertentu (JBT) telah tersalurkan sebanyak 9,48 juta kl pada periode yang sama, atau mencapai 50,85% dari kuota penyaluran sepanjang tahun ini sejumlah 18,64 juta kl.

Baca Juga:

Keterangan dari PT Pertamina Patra Niaga (PPN) juga mencatat terjadi perubahan konsumsi BBM dari jenis nonsubsidi menjadi bersubsidi, dari angka penyaluran Pertamax pada Juli 2026 yang naik 9,4% dari periode Januari—Mei 2026 saat penyaluran Pertamax justru turun 18%.

Direktur Pemasaran PPN Eko Ricky Susanto menjelaskan penyaluran Pertalite pada Juli 2026 naik 9,4% atau sekitar 7.129 kl per hari dari rerata normal, sementara Pertamax series turun 18% atau sebanyak 4.476 kl per hari dari rerata normal.

Eko juga mencatat proporsi penggunaan Pertalite saat ini mencapai 80,4% dari total serapan BBM Pertamina atau naik 4,9% pada Juli 2026 dari Januari—Mei 2026 yang sekitar 75,4%. Sebaliknya, proporsi konsumsi Pertamax pada periode yang sama adalah 18,4% atau turun 4,4% dari 23,2%.(*)