Kartu Kredit BCA Rajai Pangsa Pasar Indonesia

Selasa, 10 November 2020 14:55 WIB

Penulis:Nila Ertina

ilustrasi kartu kredit BCA
ilustrasi kartu kredit BCA

JAKARTA, WongKito.co – Kartu kredit PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dilaporkan Bank Indonesia (BI) merajai pangsa pasar dengan menguasai 26%.

Capaian tersebut disusul oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar dengan merengkuh 12%. Di bawahnya ada PT Bank CIMB Niaga Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI masing-masing mencatatkan 10% dari total pangsa pasar. Sedangkan di posisi ke lima terdapat PT Bank Mega Tbk sebanyak 9%.

Mengutip TrenAsia.com, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng menyebut, selain perbankan, sistem pembayaran Indonesia juga didominasi oleh pelaku financial technology (fintech). Bahkan industri yang baru muncul beberapa tahun tersebut mampu menguasai pangsa pasar uang elektronik sepanjang tahun 2019.

Sebagai contoh, PT Visionet Internasional lewat OVO sukses mencatatkan namanya sebagai platform dompet digital terlaris dengan menguasai 20% pangsa pasarnya.

Posisi OVO dibuntuti oleh e-money milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan GoPay milik PT Dompet Anak Bangsa dari Gojek Indonesia, masing-masing menguasai 19% pangsa pasar. Pada posisi selanjutnya ada DANA dari PT Espay Debit Indonesia Koe dan Flazz PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan menguasai masing-masing 10%.

Sementara Brizzi dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil meraup pangsa pasar sebanyak 6,3% dan LinkAja dari PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) sebesar 5,8%. Pemain lain yakni Shopee Pay memiliki 3,7% pangsa pasar, disusul TapCash dari BNI 1,3% dan Doku dari PT Nusa Satu Inti Artha sebanyak 1,2%.

Fintech Melesat

“Pada akhir 2015, sistem pembayaran masih didominasi oleh perbankan. Namun pada akhir 2019, peranan non bank sudah mulai muncul. Jadi perkembangannya luar biasa. Di sisi lain, perbankan di Indonesia tertinggal dalam melakukan digitalisasi,” ujarnya dalam diskusi daring Indonesia Fintech Society, Senin 9 November 2020.

Meskipun begitu, pangsa pasar sistem pembiayaan secara keseluruhan masih dikuasi oleh perbankan. Pasalnya dalam industri tersebut turut hadir pangsa pasar kartu kredit dan debit yang hanya dimiliki oleh perbankan.

Sugeng menambahkan, berdasarkan survei BI pada awal 2019, perbankan lebih fokus pada kanal elektronik seperti ATM dan EDC. Meskipun begitu, saat ini perbankan telah melakukan penguatan transaksi digital, seperti layanan digital banking. (SKO)