Matcha
Sabtu, 29 November 2025 14:09 WIB
Penulis:Redaksi Wongkito
Editor:Redaksi Wongkito

JAKARTA, WongKito.co - Fenomena “demam matcha” kini tengah melanda dunia. Penjualan minuman teh hijau bubuk khas Jepang itu meningkat dua kali lipat tahun ini. Pengecer memanfaatkan lonjakan matcha, terutama di kalangan konsumen muda.
Bagi Gen Z, minuman ini bak “umpan” yang sangat menarik, dengan para influencer sering terlihat berpose dengannya di media sosial. Minuman matcha ombré dengan es kini menjadi tren baru yang menyaingi bubble tea di Instagram. Tagar #matchatok bahkan menampilkan berbagai cara penyajian dan inspirasinya.
Popularitas matcha tidak hanya tren di Asia, tapi juga merambah ke Eropa. Dilansir dari The Sun, penjualan matcha di Inggris naik dua kali lipat sepanjang 2025. Laporan Grand View Horizon, nilai pasar matcha mencapai 46 juta euro pada tahun lalu (Rp1 triliun), dan diperkirakan naik menjadi 74 juta euro (Rp1,7 triliun) pada tahun 2030.
Di media sosial seperti Instagram dan TikTok, matcha juga menarik banyak perhatian. Mulai dengan beragam konten yang beredar yang menampilkan cara pembuatan matcha hingga berbagai variasi minumannya.
Kenaikan popularitas matcha juga terlihat dalam Google Trends. Grafik pencarian matcha meningkat stabil sejak 2020, lalu melonjak tajam mulai Desember 2024. Sementara, pada Juni 2025, pencarian terkait matcha meningkat dibanding dua minuman kopi populer. Mulai dua kali lipat dibanding latte dan lima kali lebih tinggi dibanding cappuccino.
Saat ini, popularitas matcha terus meningkat karena kombinasi gaya hidup sehat, manfaat kesehatan, dan daya tarik visual di media sosial. Kepopulerannya didorong oleh kandungan antioksidan, rasa yang unik, dan perannya sebagai ikon gaya hidup modern.
Matcha sendiri berasal dari daun Camellia sinensis yang digiling menjadi bubuk halus. Awalnya, matcha digunakan dalam upacara minum teh tradisional Jepang. Kini, matcha digunakan dalam berbagai sajian, mulai dari latte, smoothie, hingga aneka jenis kue.
Saat ini, matcha telah dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya di Jepang tapi di berbagai dunia. Matcha disebut memiliki beragam manfaat kesehatan.
Sejumlah penelitian menunjukkan matcha dapat membantu menurunkan tingkat stres, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, memperlambat pertambahan berat badan, serta mendukung kesehatan jantung.
Karena matcha menggunakan seluruh bagian daun, kandungan nutrisinya lebih tinggi dibandingkan teh hijau “sehat” lainnya.
Meski mengandung kafein lebih tinggi dibanding teh hijau biasa, matcha juga kaya akan L-theanine, sebuah asam amino yang bekerja bersama kafein untuk meningkatkan fokus. Kombinasi ini membantu mengurangi efek “gelisah” yang kadang muncul setelah minum kopi.
Tulisan ini telah tayang di TrenAsia.com, jejaring media WongKito.co, pada 27 November 2025.