Jumat, 13 Februari 2026 17:05 WIB
Penulis:Redaksi Wongkito
Editor:Redaksi Wongkito

BANYUASIN, WongKito.co – Tiga kontainer produk makanan hewan peliharaan (pet food) produksi PT Evo Manufacturing Indonesia (EMI) dilepas ekspor perdana ke Filipina, di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, Kamis (12/2/2026). Ekspor perdana PT EMI ini bernilai USD 176 ribu atau setara Rp 3 miliar.
Produk yang diekspor berupa 2.300 boks makanan basah dalam kaleng (canned wet food), 11.200 boks pasta dalam kemasan (pouch pâté), serta 12.000 boks daging kaldu dalam kemasan (pouch chunk in gravy). Ekspor perdana ini diakui menunjukkan daya saing produk pet food Indonesia semakin diperhitungkan.
Co-Founder Evo Group, Dimas Baskoro optimistis, ekspor pet food lokal produksi PT EMI akan berkontribusi terhadap peningkatan ekspor dan daya saing pet food Indonesia di tingkat global. Ia berharap, pelepasan ekspor perdana ini menjadi awal langkah strategis bagi Evo Group dan industri manufaktur Indonesia untuk bersaing dan beradaptasi di pasar global.
“Pelepasan ekspor ke Filipina ini menjadi kontribusi kami terhadap Indonesia karena produk ini 100 persen buatan PT EMI di Banyuasin, Sumatra Selatan. Terima kasih karena atas dukungan Kemendag, kami sedang menjajaki ekspor ke Timur Tengah dan negara-negara Asia lainnya seperti Vietnam,” kata Dimas.
PT EMI merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di industri pet food. Berdiri sejak 2023, pelepasan ekspor kali ini menjadi langkah strategis memperluas penetrasi pet food Indonesia ke pasar internasional sekaligus semakin memperkuat citra Indonesia sebagai produsen makanan hewan peliharaan berstandar global.
“Bagus sekali, apalagi ini ekspor perdana yang diproduksi lokal. Kita sudah bisa membuat makanan kucing yang diekspor dan kucing jenis apa pun di dalam negeri bisa makan ini. Kucing boleh impor, tapi makanan harus lokal,” kata Menteri Perdagangan Budi Santoso saat melepas ekspor perdana di Banyuasin.
Secara nasional, kinerja ekspor pet food Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Pada periode 2020–2024, ekspor produk ini tumbuh signifikan sebesar 158,27 persen. Sementara itu, pada Januari–November 2025, nilai ekspor pet food Indonesia tercatat mencapai USD 8,25 juta. Negara tujuan ekspor meliputi India, Malaysia, Jepang, Filipina, dan Hong Kong. Filipina menjadi salah satu pasar potensial dengan permintaan pet food dari Indonesia yang terus meningkat.
Berdasarkan data International Trade Center (ITC), produk pet food Indonesia masih memiliki peluang pasar yang besar. Tidak hanya ke pasar tradisional seperti Amerika Serikat dan Jepang, pet food Indonesia juga mempunyai daya tarik di pasar nontradisional seperti Taiwan dan Selandia Baru.
Mendag Busan mengajak eksportir pet food untuk semakin meningkatkan ekspor dengan memanfaatkan berbagai perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia dengan negara-negara mitra. Pasar-pasar negara tujuan telah dibuka melalui Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Indonesia-Australia CEPA, dan Indonesia-Chile CEPA.
“Membuka pasar-pasar baru ini melalui perjanjian dagang adalah kesempatan besar bagi eksportir kita. Kalau ekspor meningkat, ekosistem ekonomi kita jalan,” kata Mendag Busan.
PT EMI telah mengikuti business matching yang digelar Kemendag untuk menembus pasar negara teluk. Business matching ini difasilitasi Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai dan ITPC Jeddah. Dari business matching tersebut, PT EMI telah dipertemukan dengan empat calon buyer potensial.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang menyatakan bahwa keberhasilan ini membuktikan kualitas SDM dan bahan baku lokal mampu memenuhi standar dunia. Prestasi ini juga memperkuat tren positif ekonomi Sumsel yang pada 2025 mencatatkan surplus perdagangan sebesar 5,24 Miliar USD (naik 13,31%). (*)