Selasa, 13 Juli 2021 13:48 WIB
Penulis:Nila Ertina

PAGARALAM, WongKito.co - Sejumlah kota dan kabupaten di Sumatera Selatan menerapkan Pertemuan Tatap Muka (PTM) bagi siswa TK sampai dengan SMP di wilayah yang kini masih kategori zona oranye tersebut.
"Sejak kemarin, kegiatan belajar anak-anak SD sudah dimulai dengan pengenalan diri dan guru," kata Nur (30) salah seorang orang tua murid, Selasa (13/7/2021).
Menurut dia kegiatan belajar mengajar pada hari pertama dan kedua memang masih dalam tahapan kenalan dan sosialisasi protokol kesehatan.
Waktunya juga sebentar dan orang tua tidak boleh berada terlalu dekat dengan anak-anak, tambah dia.
Hal senada dikatakan Azizah seorang pengelola TK di kawasan Nendagung Pagar Alam mengungkapkan kalau dua hari ini secara bergantian murid datang ke sekolah atau tidak berbarengan.
Belajar belum dilakukan optimal, karena memang mesti mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan pemerintah, kata dia.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dinas Pendidikan Kota Pagar Alam, Ardiansyah, mengatakan mulai PAUD,TK, SD hingga SLTP semuanya sudah melaksanakan PTM.
“PTM ini dilaksanakan secara terbatas yang secara teknis diatur oleh Kasi kurikulum dan pihak sekolah masing-masing,” katanya, mengutip intens.news.
Penerapan PTM mengacu kepada SKB Empat Menteri Tentang Pelaksanaan PTM di tengah pandemi, yang artinya ada hal-hal yang menjadi perhatian serius pihak sekolah yakni tentang protokol kesehatan.
Ia mengatakan, PTM terbatas dalam hal ini bisa jadi dengan membagi kapasitas siswa, misalnya jika sebagian ada yang PTM disekolah dan adapula yang dalam jaringan (daring).
“Atau bisa juga jam belajarnya diatur, sehingga siswa yang hadir bisa bergantian masuk ke dalam ruangan agar tidak terlalu banyak jumlahnya,” terangnya.
Pasalnya, kata Ardi, meskipun sekolah sudah menerapkan prokes secara ketat, namun tidak menjamin bahwa siswa tersebut akan menjalankan prokes diluar lingkungan sekolah, baik itu saat datang maupun saat pulang sekolah.
“PTM tentunya akan segera dievaluasi apakah memungkinkan atau tidak untuk terus dilaksanakan," ujar dia.(*)