Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp19,2 Triliun

Gedung Menara Bank Mandiri di kawasan Sudirman, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, WongKito.co,  - Emiten pelat merah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada kuartal III-2021 mencatatkan kinerja positif.  Emiten bersandi BMRI ini membukukan kenaikan laba bersih hingga 37,1% year on year (yoy). 

Laba bersih Bank Mandiri merangkak naik dari Rp14 triliun pada kuartal III-2020 menjadi Rp19,23 triliun pada kuartal III-2021. Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan pertumbuhan laba bersih yang kokoh ini berkat bisnis segmen wholesale banking yang menguat pada sembilan bulan pertama tahun ini.

Pendapatan bunga dan premi bersih Bank Mandiri naik dari Rp43,38 triliun pada kuartal III-2020 menjadi Rp54,64 triliun pada akhir kuartal III-2021. Kenaikan pendapatan ini ditopang oleh beban bunga yang kempis dari Rp24,21 triliun pada kuartal III-2020 menjadi Rp18,95 triliun pada kuartal III-2021.

Baca Juga : Kemendag Luncurkan Inaproduct.com, Dukung 800 Ribu UMKM

“Bank Mandiri saat ini menjadi bank terbesar di Indonesia, kami akan terus menjaga posisi sebagai industry leader. Kami juga mengedepankan teknologi untuk menurunkan biaya operasional serta pertumbuhan yang optimal,” kata Darmawan dalam paparan publik, Kamis, 28 Oktober 2021.

Dari segi intermediasi, segmen wholesale banking masih menjadi motor utama penggerak kredit BMRI. Secara konsolidasi, penyaluran kredit Bank Mandiri melesat  16,93% yoy menjadi Rp 1.021,6 Triliun.

Segmen wholesale banking mengalami pertumbuhan 7,93% yoy menjadi sebesar Rp533 Triliun, didorong oleh kinerja Commercial Banking dan Corporate Banking. Darmawan melihat pemulihan ekonomi sudah tampak dari meningkatnya kemampuan korporasi menarik kredit pada kuartal III-2021.

"Bank Mandiri harus memberikan peningkatan terhadap wholesale banking yang menguasai 64% portofolio kami. Akan kami kembangkakn melalui digitalisasi pada platform Korpa," ujar Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan dalam kesempatan yang sama.

Lebih lanjut, sampai dengan September 2021, kredit segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) BMRI mencatatkan peningkatan signifikan sebesar 20,3% yoy menembus Rp 100,1 triliun. Pertumbuhan pada sisi kredit UMKM, juga didukung oleh upaya pemerintah dan regulator lewat optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hasilnya, realisasi penyaluran KUR Bank Mandiri dalam sembilan bulan pertama 2021 telah mencapai Rp 28,46 Triliun kepada lebih dari 291.000 debitur. Bank berlogo pita kuning ini juga mengalami perbaikan pada kualitas aset.

Hal ini tercermin dari non performing loan (NPL) Bank Mandiri yang kembali menembus kepala dua, yakni 2,96% atau turun 37 basis poin (bps) secara tahunan. NPL berkepala dua ini terakhir kali diraih Bank Mandiri pada 2019 sebesar 2,39%.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun Bank Mandiri per kuartal III-2021 telah menembus Rp1.214 triliunn atau meningkat 18,5% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.024 triliun.

Pertumbuhan DPK ini utamanya disumbang dari sisi dana murah atau current account and saving account (CASA) yang tumbuh 69,7% yoy secara konsolidasi dan 74,6% yoy secara bank only. Dengan kontribusi CASA yang menembus 74,57%, Bank Mandiri bisa memangkas  Cost of Fund secara bank only menjadi 1,62%. 

Pertumbuhan CASA dan penyaluran kredit yang positif sampai dengan tahun berjalan 30 September 2021 menghasilkan peningkatan aset perseroan secara konsolidasi yang mencapai Rp 1.637,95 triliun, meningkat 16,44% secara yoy. Maka dari itu, Bank Mandiri masih menjadi bank dengan aset terbesar se antero Indonesia.

Restrukturisasi kredit terdampak COVID-19 juga terus menunjukan tren yang melandai seiring dengan percepatan pemulihan ekonomi. Per tanggal 30 September 2021 total restrukturisasi kredit terdampak COVID-19 di Bank Mandiri sebesar Rp Rp90,1 Triliun atau menurun Rp3 triliun dibandingkan akhir 2020 yakni Rp93,3 triliun. 

“Dengan transaksi digital yang menguat, pencapaian kinerja positif Bank Mandiri di Kuartal III 2021 menunjukkan bahwa geliat pertumbuhan mulai terjadi. Kami tentunya secara berkala akan memantau kondisi perekonomian, termasuk menggali potensi-potensi bisnis untuk menunjang pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan," tegas Panji.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Muhamad Arfan Septiawan pada 28 Oct 2021 

Bagikan
Redaksi Wongkito

Redaksi Wongkito

Lihat semua artikel

Related Stories