Cek Tempat Beli Oleh-Oleh dari Sejumlah Kota Tujuan Mudik Lebaran

Pedagang menata kue kering di kiosnya Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Senin, 3 Mei 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA - Mudik Lebaran tak hanya menjadi momen berkumpul bersama keluarga, tetapi juga kesempatan membawa oleh-oleh khas daerah untuk orang terdekat. 

Jika kamu bingung mencari tempat terbaik untuk membeli oleh-oleh, berikut adalah rekomendasi tempat oleh-oleh dari beberapa kota tujuan mudik populer di Indonesia:

1. Jakarta – Oleh-Oleh Khas Betawi

Ragusa Es Italia: Selain menikmati es krim legendaris, kamu bisa membawa pulang dodol Betawi. (Harga: mulai Rp30.000 per bungkus)

Pusat Oleh-Oleh H. Nasun: Menyediakan berbagai makanan khas seperti bir pletok dan kue kembang goyang. (Harga: mulai Rp25.000 per item)

Pasar Tanah Abang: Jika ingin membawa oleh-oleh berupa pakaian atau kain khas Betawi. (Harga: mulai Rp50.000 per kain)

2. Bandung – Surga Oleh-Oleh Kekinian

Kartika Sari: Roti dan pisang bolen yang terkenal enak. (Harga: mulai Rp45.000 per kotak)

Prima Rasa: Alternatif tempat beli brownies, bagelen, dan kue khas Bandung. (Harga: mulai Rp40.000 per kotak)

Sentra Kaos Suci dan Cihampelas: Tempat membeli kaos dan suvenir khas Bandung. (Harga: mulai Rp75.000 per kaos)

3. Yogyakarta – Gudeg dan Bakpia Legendaris

Gudeg Yu Djum: Selain menikmati gudeg di tempat, kamu bisa membawanya dalam kemasan praktis. (Harga: mulai Rp50.000 per porsi kemasan)

Bakpia Pathok 25: Tersedia berbagai varian rasa bakpia yang cocok sebagai oleh-oleh. (Harga: mulai Rp30.000 per kotak)

Malioboro: Berbagai suvenir khas seperti batik dan kerajinan tangan. (Harga: mulai Rp100.000 per kain batik)

4. Semarang – Lumpia dan Wingko Babat

Lumpia Gang Lombok: Lumpia khas Semarang dengan isian udang dan rebung. (Harga: mulai Rp20.000 per lumpia)

Wingko Babat Cap Kereta Api: Wingko babat yang gurih dan legit. (Harga: mulai Rp35.000 per kotak)

Pasar Johar: Tempat membeli kain batik Semarangan dan suvenir lainnya. (Harga: mulai Rp90.000 per kain batik)

5. Surabaya – Spesialis Oleh-Oleh Khas Jawa Timur

Bu Rudy: Sambal dan aneka keripik yang terkenal pedas dan lezat. (Harga: mulai Rp35.000 per botol sambal)

Lapis Kukus Pahlawan: Kue lapis khas Surabaya dengan berbagai varian rasa. (Harga: mulai Rp40.000 per kotak)

Pasar Atom: Berbagai jajanan khas dan perhiasan emas yang bisa dibawa pulang. (Harga: mulai Rp50.000 untuk makanan ringan)

6. Medan – Bika Ambon dan Bolu Meranti

Bolu Meranti: Bolu gulung dengan berbagai pilihan rasa. (Harga: mulai Rp65.000 per kotak)

Zulaikha Bika Ambon: Bika Ambon dengan tekstur lembut dan rasa legit. (Harga: mulai Rp60.000 per kotak)

Toko Paten: Oleh-oleh khas seperti ting-ting kacang dan kue kering lainnya. (Harga: mulai Rp25.000 per bungkus)

7. Makassar – Oleh-Oleh Khas Sulawesi Selatan

Otak-Otak Ibu Elly: Otak-otak dengan rasa yang khas dan bisa tahan lama. (Harga: mulai Rp40.000 per bungkus)

Toko Oleh-Oleh Somba Opu: Berbagai makanan khas seperti abon ikan dan kacang disko. (Harga: mulai Rp50.000 per bungkus)

Sirup DHT: Sirup markisa khas Makassar yang segar. (Harga: mulai Rp35.000 per botol)

8. Padang – Rendang dan Keripik Sanjai

Rendang Uni Farah: Rendang kemasan praktis untuk dibawa pulang. (Harga: mulai Rp150.000 per 500 gram)

Keripik Sanjai Christine Hakim: Keripik singkong balado yang pedas dan renyah. (Harga: mulai Rp40.000 per bungkus)

Toko Oleh-Oleh Khas Minang: Berbagai pilihan makanan ringan khas Sumatera Barat. (Harga: mulai Rp30.000 per bungkus)

Tips Membeli Oleh-Oleh:

  1. Pastikan tanggal kedaluwarsa untuk makanan agar tetap segar saat diberikan.
  2. Pilih oleh-oleh yang tahan lama jika harus melakukan perjalanan jauh.
  3. Belanja di tempat terpercaya agar mendapatkan kualitas terbaik dengan harga yang sesuai.

Dengan daftar rekomendasi ini, kamu bisa membawa pulang oleh-oleh khas dari berbagai kota tujuan mudik Lebaran. Selamat berburu oleh-oleh dan selamat sampai di kampung halaman!

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Ananda Astri Dianka pada 02 Apr 2025 

Bagikan

Related Stories