Selama Sepekan Dua Unit Pesawat CASA Semai Garam Antisipasi Kebakaran Lahan Gambut Sumsel

selama-sepekan-dua-unit-pesawat-casa-semai-garam-antisipasi-kebakaran-lahan-gambut-sumsel
Petugas mengangkut garam ke pesawat CASA (sumber: ist/gatra)

PALEMBANG, WongKito.co - Selama dua pekan, sejak Kamis (10/6/2021) dua unit pesawat CASA C-212 yang didatangkan dari Skuadron IV Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur melakukan penyemaian sebanyak 800 ton garam per hari untuk mengantisipasi kebakaran lahan gambut di Sumatera Selatan.

"Penyemaian garam di atas awan hujan merupakan langkah memodifikasi cuaca dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)," kata Komandan Pangkalan Udara Sri Mulyono Herlambang Palembang, Kolonel Penerbang Hermawan Widhianto, melansir gatrasumsel, kemarin.

Iamenjelaskan, saat ini dua unit pesawat jenis CASA C-212 yang didatangkan dari Skuadron IV Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, Pesawat ini akan menyemai 800 ton garam di ketinggian 8.000 sampai 10.000 kaki dalam setiap hari.

"Operasi TMC ini dimulai kamis sampai 15 hari kedepan. Kondisi ini bisa saja diperpanjang jika diperlukan," ungkap Hemawan.

Hermawan menambahkan, ada 11 orang kru yang ikut dalam pesawat saat melakukan penyemaian. Sebelum itu, mereka akan memantau kondisi awan hujan yang berpotensi dapat bergeser ke wilayah titik panas dan juga lokasi lahan gambut.

"Helikopter waterboombing juga disiapkan jika terjadi kebakaran untuk memadamkan. Tetapi sejauh ini kita gunakan TMC dulu," jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Pelayanan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) Sutrisno menambahkan, dalam proses TMC sendiri tergantung dalam konidsi cuaca serta lokasi awan penghujan.

"Karena itulah, waktu yang tepat untuk melakukan TMC adalah saat ini ketika awan hujan masih ada. Karena ketika kemarau akan sulit menemukan awan hujan," katanya.

Pada tahun lalu, menurut Sutrisno, musim kemarau masih memiliki potensi hujan. Namun pada 2021, kondisi di Sumatera Selatan telah normal dan awan hujan akan semakin minim.

"TMC di Sumsel dapat menghasilkan sekitar 2 miliar meter kubik air hujan dimana ada 60 persen penambahan curah hujan dibanding curah hujan secara alami. Bedanya tahun ini, Sumsel mengalami musim kemarau normal yang berarti potensi awan hujan tidak akan sebesar tahun lalu," ujarnya.(*)

 

  
 

Bagikan

Most Popular








Related Stories