25 Penyuluh KB Bengkulu Dilatih Perkuat Keadilan Gender

Sabtu, 22 Agustus 2026 19:43 WIB

Penulis:Nila Ertina

Suasana pelatihan  bertajuk "Penguatan Kapasitas Penyuluh KB untuk Pembangunan Keluarga yang Transformatif Gender
Suasana pelatihan bertajuk "Penguatan Kapasitas Penyuluh KB untuk Pembangunan Keluarga yang Transformatif Gender (Foto Ist)

BENGKULU, WongKito.co — Sebanyak 25 Penyuluh Keluarga Berencana (KB) dari lima wilayah di Provinsi Bengkulu, yaitu mewakili Kabupaten Seluma, Lebong, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, dan Kota Bengkulu mengikuti pelatihan untuk memperkuat perspektif keadilan gender dalam pembangunan dan ketahanan keluarga.

Pelatihan bertajuk "Penguatan Kapasitas Penyuluh KB untuk Pembangunan Keluarga yang Transformatif Gender" tersebut digelar DPD Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Provinsi Bengkulu bersama Institut KAPAL Perempuan pada 19–21 Agustus 2026 di Ruang Belajar LATBANG Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, H. Dr. Zamhir Setiawan, M.Epid., mengatakan penyuluh KB memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Penyuluh KB adalah ujung tombak program di masyarakat. Melalui perspektif transformatif gender ini, kita ingin memastikan bahwa program pembangunan keluarga tidak lagi melanggengkan ketimpangan, melainkan mampu menciptakan ruang yang adil, setara, dan inklusif bagi seluruh anggota keluarga,” ujar Zamhir.

Baca Juga:

Pelatihan menjadi tindak lanjut dari inisiatif Alumni Training KAPAL Perempuan untuk memperkuat kapasitas penyuluh dalam mengintegrasikan prinsip keadilan gender ke dalam program pembangunan keluarga.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi mengenai analisis gender dan strategi pengarusutamaan gender yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan program di tingkat masyarakat.

Pelatihan menghadirkan Direktur Institut KAPAL Perempuan Budhis Utami, M.Hum.; Advokat Cahaya Perempuan WCC Bengkulu Evi Elvina Dwita, S.H.; serta pengurus DPD IPeKB Provinsi Bengkulu sekaligus alumni Training KAPAL Perempuan, Rosita Mulya Ningsi, S.Ikom.

Rosita menjadi salah satu penggagas utama kegiatan pelatihan tersebut sebagai tindak lanjut dari pengetahuan yang diperoleh melalui Training KAPAL Perempuan.

Baca Juga:

Melalui pelatihan tersebut, para penyuluh didorong tidak hanya memahami konsep kesetaraan gender, tetapi juga mengidentifikasi ketimpangan yang ditemukan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Budhis mengungkapkan hasil pelatihan, diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan penyuluhan di wilayah masing-masing, sehingga program pembangunan keluarga lebih responsif terhadap kebutuhan perempuan, laki-laki, anak, dan kelompok rentan.

Dia menegaskan, kolaborasi IPeKB Bengkulu dan Institut KAPAL Perempuan ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat peran penyuluh KB sebagai agen perubahan di tingkat akar rumput dalam mendorong pembangunan keluarga yang lebih adil dan inklusif.(ril)