Ada Perang Topat, Ini 8 Tradisi Unik Sambut Lebaran di Indonesia

Jumat, 20 Maret 2026 19:31 WIB

Penulis:Susilawati

Perang Topat.jpg
Perang Topat (lombokbaratkab.go.id) (lombokbaratkab.go.id)

JAKARTA – Tak terasa Ramadan akan berakhir, kini masyarakat berbahagia menyambut Lebaran yang telah dinanti-nanti oleh umat Muslim di seluruh Indonesia. Selain menjadi momen untuk bersilaturahmi dan mempererat hubungan keluarga, Lebaran juga lekat dengan beragam tradisi khas yang dilakukan menjelang hari raya.

Nuansa dan tradisi takbiran di Indonesia begitu beragam karena keberagaman suku dan budaya yang dimiliki. Setiap daerah pun memiliki keunikan tersendiri dalam merayakannya, yang diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi ini tidak hanya mempererat ikatan sosial, tetapi juga menjadi unsur penting yang melekat pada identitas daerah tersebut. Penasaran dengan tradisi-tradisi ini? Untuk itu, mari simak tradisi unik Malam Takbiran di Indonesia!

Baca juga:

Tradisi Unik Sambut Lebaran di Indonesia

Dilansir dari berbagai sumber, berikut tradisi unik sambut Lebaran di Indonesia: 

1. Perang Topat – Lombok

Di Lombok, ada tradisi unik bernama Perang Topat yang biasanya digelar setelah Lebaran. Tradisi ini bukan pertempuran sungguhan, melainkan kegiatan saling melempar ketupat yang dilakukan oleh masyarakat. Kegiatan tersebut melambangkan kebersamaan sekaligus toleransi antarumat beragama di Lombok.

2. Ronjok Sayak – Bengkulu

Ronjok Sayak (pariwisataindonesia.id)

Tradisi takbiran di Indonesia yang berlangsung pada malam ke-27 Ramadan ini merupakan kebiasaan masyarakat suku Serawai di Bengkulu. Dalam pelaksanaannya, batok kelapa disusun menjulang menyerupai sate, lalu dibakar secara bersama-sama.

Membakar batok kelapa yang ditata hingga setinggi sekitar satu meter tersebut dimaknai sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan sekaligus sebagai doa yang dipanjatkan untuk keluarga yang telah meninggal dunia.

3. Meugang – Aceh

Meugang adalah tradisi khas masyarakat Aceh yang dilakukan menjelang Lebaran. Dalam tradisi ini, masyarakat membeli dan memasak daging dalam jumlah besar untuk dinikmati bersama keluarga, kerabat, serta anak yatim piatu. Kegiatan tersebut mencerminkan nilai kebersamaan sekaligus ungkapan rasa syukur atas rezeki yang diterima selama bulan Ramadan.

Daging yang telah dimasak juga sering dibagikan ke masjid untuk dimakan oleh masyarakat, sehingga kebahagiaan dapat dirasakan bersama melalui sedekah dan kebersamaan.

4. Tumbilotohe – Gorontalo

Tradisi Tumbilotohe sudah ada sejak tahun 1525, bertepatan dengan masuknya Islam sebagai agama resmi di Kerajaan Gorontalo pada masa pemerintahan Sultan Amai. Tradisi ini digelar setiap malam ke-27 Ramadan dengan cara menyalakan obor bersama-sama sambil berjalan menuju masjid.

Obor yang digunakan, yang disebut Tohetutu, terbuat dari damar. Obor-obor tersebut kemudian ditancapkan di depan masjid serta di sepanjang jalan menuju masjid, sehingga menerangi jalur yang biasa dilalui masyarakat saat hendak beribadah.

5. Grebeg Syawal – Yogyakarta

Tradisi Lebaran, Grebeg Syawal D.I. Yogyakarta. (menpan.go.id)

Grebeg Syawal merupakan salah satu tradisi unik yang diadakan di Keraton Yogyakarta. Tradisi ini berupa kirab gunungan berisi hasil bumi dan aneka makanan yang kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut melambangkan ungkapan syukur kepada Allah sekaligus semangat berbagi kebahagiaan dengan sesama. Masyarakat meyakini bahwa memperoleh bagian dari gunungan tersebut dapat mendatangkan berkah dan rezeki.

6. Meriam Karbit – Pontianak

Malam Idulfitri di Pontianak diramaikan dengan tradisi Meriam Karbit. Dentuman keras yang dihasilkan menjadi lambang suka cita dalam menyambut hari kemenangan dan telah diwariskan sebagai budaya dari generasi ke generasi.

Meriam yang digunakan dalam Festival Meriam Karbit umumnya memiliki panjang sekitar 4 hingga 7 meter dan terbuat dari kayu meranti. Setiap meriam bisa memiliki berat hingga 500 kilogram serta dihias dengan beragam warna dan motif yang menarik.

Sekitar 150 meriam dinyalakan dalam festival ini, menghasilkan dentuman keras yang kerap menarik perhatian warga untuk ikut meramaikan perayaan.

7. Bakar Gunung Api – Banyuwangi

 

Masyarakat Banyuwangi memiliki tradisi unik bernama Bakar Gunung Api yang dilaksanakan pada malam menjelang Lebaran. Dalam tradisi ini, warga menyalakan obor dari batok kelapa yang disusun menyerupai gunung. Tradisi tersebut diyakini membawa berkah sekaligus mengusir hal-hal buruk sebelum memasuki hari raya.

8. Pawai Obor – Jakarta

Di sejumlah wilayah Jakarta, pawai obor menjadi tradisi khas pada malam takbiran. Warga berkeliling sambil membawa obor dan melantunkan takbir, sehingga tercipta suasana yang khidmat sekaligus penuh kegembiraan.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 20 Mar 2026