Sabtu, 14 Februari 2026 14:03 WIB
Penulis:Susilawati

JAKARTA – Libur Imlek, kamu sudah punya rencana liburan ke mana saja? Bagi masyarakat Tionghoa, Imlek disambut dengan tradisi unik di antaranya melibatkan perjamuan keluarga, perayaan luar ruangan dengan petasan, kembang api, barongsai, dan pemberian angpao.
Di sisi lain, bagi yang tak merayakannya, libur Imlek bisa dimanfaatkan untuk menunjungi berbagai wisata. Tenang, jika kamu masih bimbang ingin pergi liburan ke mana, berwisata ke Semarang bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan libur Imlek bersama keluarga hingga sahabat.
Ada banyak wisata Semarang yang cocok dikunjungi selama Imlek. Untuk selengkapnya, yuk simak rekomendasi tempat wisata di Semarang untuk libur Imlek!
Baca juga:
Berikut beberapa rekomendasi wisata libur Imlek di Semarang:
Klenteng Sam Poo Kong yang juga dikenal dengan sebutan Klenteng Gedung Batu adalah klenteng China tertua yang ada di Semarang, Jawa Tengah.
Klenteng Sam Poo Kong adalah sebuah gua batu yang pernah dijadikan tempat tinggal Laksamana Cheng Ho saat mendarat dan berlabuh di Semarang. Tempat ini kini menjadi situs bersejarah yang menghormati jasa Cheng Ho dalam menyebarkan perdamaian, mengajarkan ajaran Islam, dan memberi pengetahuan kepada penduduk setempat tentang bertani, melaut, dan berdagang.
Klenteng ini dibangun sebagai tempat ibadah, doa, dan peribadatan bagi masyarakat Tionghoa. Sebagai tempat pemujaan, klenteng ini terdiri dari lima bangunan dengan fungsi dan makna masing-masing.
Klenteng Sam Poo Kong menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Semarang, terkenal karena arsitekturnya yang menawan serta berbagai festival dan kegiatan keagamaan yang rutin diadakan di area klenteng. Tempat ini juga kerap dijadikan lokasi berfoto, termasuk oleh wisatawan dari luar kota.
Sebuah gedung tua peninggalan kolonial Belanda berdiri menjulang di tengah Kota Semarang. Secara harfiah, Lawang Sewu berarti seribu pintu, meski jumlah pintunya tidak benar-benar mencapai angka itu. Gedung ini awalnya dibangun sebagai kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), sebuah perusahaan kereta api swasta pada masa Hindia Belanda.
Mengunjungi Lawang Sewu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Saat memasuki gedung ini, pengunjung seolah-olah berjalan di lorong yang penuh dengan seribu pintu. Saat berlibur ke Lawang Sewu, ambil foto banyak-banyak!
Lawang Sewu bisa dibilang seperti studio foto outdoor kelas premium tanpa bayar sewa mahal. Setiap sudutnya menawarkan pemandangan yang sangat fotogenik! Jangan lupa kenakan outfit terbaikmu.
Kalau kamu udah di Semarang, jangan sampai melewatkan untuk mengunjungi Kota Lama Semarang. Kota Lama adalah kawasan cagar budaya yang dipenuhi gedung-gedung tua dan bersejarah peninggalan masa Hindia Belanda, beberapa di antaranya telah berdiri selama ratusan tahun.
Bangunan-bangunan di kawasan ini menampilkan arsitektur khas Eropa, dengan pintu dan jendela besar, elemen dekoratif, dan langit-langit yang tinggi.
Beberapa spot menarik untuk dikunjungi antara lain Gereja Blenduk, Taman Srigunting, Gedung Asuransi Jiwasraya, Gedung Bank Mandiri Mpu Tantular, Rumah Akar di samping Gedung Jiwasraya, Gedung Oudetrap, Semarang Art Gallery, De Spiegel, Marba, dan masih banyak lagi.
Bagi kamu yang suka petualangan, menjelajahi sudut-sudut Kota Lama Semarang sangat menyenangkan, karena area pedestrian yang rapi memungkinkanmu berjalan kaki dengan nyaman.
Berbagai hidangan khas dan pertunjukan budaya kembali hadir dalam Pasar Imlek Semawis. Acara tahunan ini diselenggarakan lagi di kawasan Pecinan Semarang, menjadi tempat berkumpulnya budaya, tradisi, dan kegiatan masyarakat.
Pasar Imlek Semawis akan berlangsung pada 13-15 Februari 2026, di ruas Jalan Gang Pinggir hingga Wotgandul Timur di kawasan Pecinan Semarang, dan menghadirkan beragam kegiatan kuliner dan pertunjukan budaya yang tersebar dari Gang Pinggir hingga Cap Kaw King.
Para pengunjung bisa mencicipi aneka makanan khas yang berjejer di sepanjang kawasan, sekaligus menyaksikan atraksi budaya yang meriah, menghidupkan suasana Pecinan dari siang hingga malam.
Goa Kreo adalah salah satu wisata alam terkenal di Semarang, yang lekat dengan cerita Sunan Kalijaga mencari kayu jati untuk pembangunan Masjid Agung Demak. Dalam perjalanannya, Sunan Kalijaga tiba di sebuah gua dan ditemui oleh empat ekor kera.
Ia kemudian meminta kera-kera itu untuk tinggal dan menjaga area sekitar gua, sehingga tempat tersebut dikenal sebagai Gua Kreo. Nama ‘Kreo’ sendiri berasal dari kata Mangreho, yang berarti penjaga. Dari sisi fasilitas, Kreo menjadi destinasi wisata alam yang sangat diburu kalangan milenial.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 14 Feb 2026