Gajah Sumatera
Rabu, 05 Agustus 2026 18:58 WIB
Penulis:Nila Ertina

LAHAT, WongKito.co – Hamparan langit biru, rimbunnya pepohonan, serta suara alam yang masih asri menyambut setiap langkah menuju Taman Isau-Isau di Kawasan Perangai, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
Di tempat inilah, ada delapan ekor gajah yang dijaga dan dirawat petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat di bawah BKSDA Sumatera Selatan, dua ekor di antaranya adalah gajah betina, Gajah Tika berusia 34 tahun dan Gajah Linda berusia 36 tahun, hidup berdampingan dan menjadi sahabat bagi para pengunjung.
Perjalanan dari Palembang, ke TWS Isau-Isau menempuh waktu setidaknya 5 jam, dengan kendaraan roda empat dari Kota Palembang.
Baca Juga:
Saya bersama kawan-kawan merasa beruntung karena sudah dua kali, bercengkerama dengan Gajah Sumatera atau Elephas maximus sumatranus nama ilmiahnya. Binatang dengan belalai dan badan besar ini masuk dalam subspesies gajah asia.
Sampai ke TWS Isau-Isau terasa sepadan perjalanan, saat memasuki area gajah, sosok gajah Sumatera berukuran besar mulai terlihat di tengah hijaunya hutan. Dari kejauhan, Tika tampak tenang menikmati sajian makan siangnya, pelepah kelapa yang disediakan oleh sang pawang.
Belalai panjangnya tampak agresif memilih makanan yang disajikan, apalagi ketika salah seorang kawan saya membawa sekarung kecil kulit durian. Pelepah kelapa digantikan kulit dan biji durian yang dinikmatinya sampai tak tersisa.
Baca Juga:
Tika bukan sekadar satwa yang menjadi objek wisata.
Tatapan matanya yang lembut seolah memperlihatkan bahwa ia telah melewati perjalanan hidup yang panjang. Di usianya yang kini mencapai 34 tahun.
Tak hanya Tika, Gajah Linda juga sangat akrab dengan pengunjung taman wisata yang berada di kaki Bukit Selero tersebut, bagian dari gugusan Bukit Barisan Sumatera, yang kini mulai terancam eksploitasi batu bara . Namun, ketika kami berkunjung, Rabu siang (5/8/2026) Linda sedang bergantian dengan Gajah Tika menyambut wisatawan.(Senia Aprinia Sari)
8 bulan yang lalu
8 bulan yang lalu