Dongkrak Pariwisata, Palembang Gelar Parade Perahu Ketek Hias

Minggu, 28 Juni 2026 15:22 WIB

Penulis:Nila Ertina

Salah satu dari 60 perahu ketek peserta  perahu ketek hias
Salah satu dari 60 perahu ketek peserta perahu ketek hias (Foto WongKito.co/Dinas Kominfo Palembang)

PALEMBANG, WongKito.co – Dalam rangka perayaan hari jadi Kota Palembang ke-1343 tahun, Pemkot Palembang menyelenggarakan berbagai kegiatan, yang juga menjadi upaya mendongkrak industri pariwisata di tengah perekonomian yang sedang tidak baik-baik saat ini. Salah satunya adalah Parade Perahu Ketek Hias di Sungai Musi, Sabtu (27/6/2026).

Sebanyak 60 perahu ketek hias memeriahkan Parade Perahu Ketek Hias, menjadi langkah melestarikan budaya sungai sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata berbasis sejarah dan kearifan lokal.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa, mengatakan budaya masyarakat Kota Palembang sangatlah unik dan bertahan sejak ratusan tahun lalu, di antaranya adalah parade perahu hias di Sungai Musi.

"Penyelenggaraan kegiatan ini, menjadi salah satu bentuk  penghormatan terhadap warisan budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Palembang," kata dia.

Baca Juga:

Sejarah menunjukan bahwa perahu ketek sangat penting bagi warga Palembang, Dewa menambahkan jauh sebelum Jembatan Ampera berdiri pada 1965, perahu ketek menjadi sarana utama masyarakat untuk menyeberangi Sungai Musi, berdagang, bekerja, hingga menjalin hubungan sosial antara kawasan di hulu Palembang menuju bagian hilir.

"Parade ini, menjadi langkah strategis menunjukan kepada generasi muda dan khalayak bahwa inilah salah satu kekayaan budaya lokal Palembang," ujar dia.

Dari kutipan sejarah, terungkapk sejak masa Kerajaan Sriwijaya, sungai menjadi pusat aktivitas perdagangan, pemerintahan, hingga pelayaran. Bahkan, Prasasti Kedukan Bukit mencatat perjalanan Dapunta Hyang bersama rombongannya menggunakan perahu dalam membangun pusat Kerajaan Sriwijaya.

Parade ini, menjadi bukti bahwa kreativitas yang ditampilkan dalam Parade Perahu Ketek Hiasahwa tradisi dapat terus hidup berdampingan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai budaya yang dimiliki.

Pada kesempatan tersebut, Ratu Dewa menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Pengemudi Perahu Ketek Hias Benteng Kuto Besak yang telah menghadirkan 60 perahu dengan berbagai ornamen dan dekorasi menarik.

Menurutnya, puluhan perahu yang berlayar di sepanjang Sungai Musi tidak hanya memperindah panorama kota, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat, semangat gotong royong, serta optimisme dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Palembang.

Baca Juga:

Pemerintah Kota Palembang, kata dia, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang mengangkat potensi budaya, sejarah, dan kearifan lokal. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku wisata, UMKM, dan masyarakat dinilai menjadi kunci menjadikan Palembang sebagai destinasi wisata unggulan yang semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan Sungai Musi, melestarikan lingkungan, serta memberikan pelayanan yang ramah kepada wisatawan. Menurutnya, kemajuan sektor pariwisata merupakan tanggung jawab bersama.

"Mari kita jadikan Sungai Musi bukan hanya sebagai kebanggaan sejarah, tetapi juga sebagai ruang budaya, ruang ekonomi, dan ruang kebersamaan yang terus hidup dari generasi ke generasi," ujarnya.(ril)