Palembang
Kamis, 05 November 2026 13:06 WIB
Penulis:Redaksi Wongkito

PALEMBANG, WongKito.co - Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu yang berada di Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang merupakan hutan pinus yang dominasi jenis pinus merkusii, ada juga mahoni ((Swietenia mahagoni), akasia (Acacia mangium)dan rawa, merupakan paru-paru kota di tengah panasnya terik matahari kota Pempek.
Luas TWA Punti Kayu mencapai 50 Hektare. Dan mudah diakses karena berada di jalan utama Palembang, Jalan H Burlian, tepatnya di Kilometer 6,5.
Mengutip portal resmi Kementerian Kehutanan TWA Punti Kayu memiliki keanekaragaman flora yang cukup beragam. Tercatat sekitar 71 jenis pohon dari 27 famili, dengan dua famili yang paling dominan yaitu Fabaceae (6 jenis) dan Myrtaceae (6 jenis).
Baca Juga:
Kementerian Kehutanan juga menyebutkan fauna yang cukup beragam, terdiri dari mamalia, burung, serangga, reptil, dan herpetofauna. Beberapa jenis mamalia yang ditemukan antara lain monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), babi hutan (Sus scrofa), bajing terbang (Callosciurus notatus), dan tupai akar (Tupaia glis).
Teridentifikasi di TWA Punti Kayu antara lain elang bondol (Haliastur indus), elang brontok (Spizaetus cirrhatus), cekakak sungai (Halcyon chloris), cekakak belukar (Halcyon smyrnensis), burung madu (Nectarinia sperata), burung sriganti (Nectarinia jugularis), elang tikus (Elanus caeruleus), dan raja udang putih biru (Alcedo coerulescens).
Salah satu temuan penting adalah capung jarum Podolestes coomansi, yang masuk daftar IUCN Redlist dengan status Data Deficient. Spesies ini terakhir kali ditemukan di Sumatera pada tahun 1930, dan keberadaannya kembali teridentifikasi di kawasan TWA Punti Kayu.
Jenis reptil yang ditemukan antara lain kura-kura gading (Ortilia borneensis), cecak kayu (Hemidactylus frenatus), kadal kebun (Eutropis multifasciata), kadal rumput (Takydromus sexlineatus), dan tokek (Gekko sp.).
Aktivitas Petugas Memberi Makan Sisa Satwa
Seorang petugas tampak memberi makan unggas di dalam area sangkar. Dari beragam satwa yang pernah ada, kini populasi fauna di Punti Kayu tersisa sangat sedikit dan hanya didominasi oleh segelintir burung serta ayam.
Fasilitas Wisata Air yang terbengkalai
Wahana bebek air terbengkalai di tepi danau yang permukaannya tertutup pekat oleh tumbuhan air. Fasilitas rekreasi air andalan masa lalu ini kini tampak rusak, tidak terawat, dan kehilangan daya tariknya.
Kandang di Kampung Indian
Sudut kawasan Kampung Indian yang dikelilingi kandang-kandang fauna. Di zona inilah sisa-sisa satwa penangkaran bertahan hidup di tengah fasilitas kawasan yang kian menuntut perhatian pengelola.
Jembatan Gantung di Atas Danau yang Hijau
Jembatan gantung ikonik membentang di atas genangan danau yang dipenuhi lumut dan tanaman liar. Kondisi lanskap yang kurang terawat ini mencerminkan perlunya revitalisasi serius agar objek wisata legendaris Palembang ini tidak surut dimakan zaman.
Bagi yang ingin menikmati udara bersih di antara pohon-pohon pinus, TWA Punti Kayu menerapkan tarif masuk Rp20 ribu per orang pada hari kerja dan Rp25 ribu diakhir pekan.(M.Agna Dzisyarif)
*Mahasiswa Magang MBKM Prodi Jurnalistik, UIN Raden Fatah Palembang, Angkatan 2024