IHSG Tembus Support 6.500, Saham Big Banks Merosot Tajam

Kamis, 27 Februari 2025 17:38 WIB

Penulis:Susilawati

Ilustrasi Bursa - Panji 3.jpg
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 12 Januari 2023. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Saham perbankan besar (big banks) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis, 27 Februari 2025. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen, seperti aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 14.56 WIB, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 4,45% ke Rp3.650 per saham. Sepanjang satu minggu terakhir, BBRI juga melemah sebesar 6,39%.

Selain itu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turut mengalami penurunan masing-masing sebesar 4,47% ke Rp4.700 dan 0,69% ke Rp4.320 per saham.

Baca juga:

Tak hanya bank pelat merah, pelemahan juga terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang tercatat turun 2,28% ke Rp8.600. Selama sepekan terakhir, BBCA telah terkoreksi 3,91%.

“IHSG ditutup melemah setelah saham-saham big caps terkoreksi signifikan. Selain itu, nilai tukar rupiah juga terdepresiasi ke level Rp16.440 (+0,46%) pada siang hari ini,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya, Kamis, 27 Februari 2025.

Secara teknikal, Phintraco menjelaskan bahwa IHSG telah menembus (breaklow) level support psikologis 6.500, yang dikonfirmasi oleh indikator modern MACD dengan pelebaran negative slope. “Oleh karena itu, waspadai pergerakan IHSG dalam rentang 6.450-6.500 pada sesi kedua perdagangan Kamis, 27 Februari 2025,” lanjut Phintraco.

Dampak Peluncuran BPI Danantara

Di sisi lain, penurunan saham big banks ini terjadi setelah pemerintah meresmikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Senin, 24 Februari 2025. Nantinya, bank-bank BUMN akan berada di bawah pengelolaan badan baru tersebut.

Namun, peluncuran BPI Danantara tampaknya belum mampu memberikan sentimen positif bagi pergerakan saham bank-bank BUMN. Hingga sesi pertama perdagangan pada Senin, 24 Februari 2025, mayoritas saham bank pelat merah masih bergerak di zona merah.

Sebagai contoh, BMRI tercatat mengalami koreksi paling dalam di antara bank BUMN lainnya, turun 1,48% dari harga akhir pekan lalu menjadi Rp5.000 per saham.

Tren koreksi ini semakin memperdalam pelemahan BMRI, yang dalam satu bulan terakhir telah terkoreksi hingga 18,37%.

BBNI juga melemah pada sesi pertama awal pekan ini, turun 1,40% menjadi Rp4.240. Seperti BMRI, BBNI juga mengalami tren koreksi dengan penurunan 8,03% dalam sebulan terakhir.

Sedikit berbeda, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) tercatat stagnan, tetap berada di level Rp935 tanpa perubahan harga.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Alvin Pasza Bagaskara pada 27 Feb 2025