Kelola Keuangan Secara Bijak, LIKE IT 2026 di Palembang

Sabtu, 18 April 2026 18:14 WIB

Penulis:Susilawati

Bi
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono, Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia Arief Rachman dan lainnya pada acara LIKE IT 2026 di Palembang, Kamis (16/4). (BI Sumsel/WongKito.co)

PALEMBANG, WongKito.co – Bank Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui penyelenggaraan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) Tahun 2026 Series #1 digelar di Graha Sriwijaya, Universitas Sriwijaya, Palembang.

Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian nasional LIKE IT Tahun 2026 dengan mengusung tema “Dari Literasi Menuju Investasi, Bangun Masa Depan Mulai Hari Ini.”

Program ini merupakan hasil sinergi Bank Indonesia bersama Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi generasi muda sebagai penggerak ekonomi masa depan.

Sekitar 500 peserta hadir mengikuti kegiatan ini, yang tidak hanya terdiri dari mahasiswa Universitas Sriwijaya, Politeknik Negeri Sriwijaya, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, namun juga perwakilan Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dan calon pekerja migran Indonesia, serta komunitas literasi Sumatera Selatan. 

Baca juga:

Kegiatan dilakukan untuk membekali generasi muda agar mampu mengelola keuangan secara bijak. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan generasi muda terhadap edukasi keuangan yang relevan, aplikatif, dan sesuai perkembangan zaman.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor III Universitas Sriwijaya Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, Sp.PD-KR., M.Kes., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Maya Panorama, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Politeknik Negeri Sriwijaya, Bpk Ir. Dicky Seprianto, S.T., M.T., IPM, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono, Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia Arief Rachman, serta perwakilan dari Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS, serta BP3MI di Palembang, Kamis (16/4).

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Universitas Sriwijaya mengajak mahasiswa untuk mulai berinvestasi sejak dini sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang, sehingga di masa depan dapat menikmati hasil dari upaya yang dilakukan sejak usia muda. 

Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, Sp.PD-KR., M.Kes. juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, OJK, dan Kementerian Keuangan atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya investasi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional. Bambang berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal pengetahuan bagi peserta dalam mengelola keuangan secara bijak dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia Arief Rachman menyampaikan bahwa LIKE IT hadir bukan sekadar forum edukasi, melainkan menjadi trigger point perubahan perilaku keuangan generasi muda agar lebih produktif, terencana, dan berorientasi masa depan. Menurutnya, pemahaman keuangan tidak boleh berhenti pada pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam keputusan investasi yang bijak dan terukur.

Arief juga menyoroti tren meningkatnya investor muda di Indonesia. Berdasarkan data, lebih dari 54 persen investor di pasar modal merupakan generasi muda berusia di bawah 30 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa anak muda saat ini bukan lagi calon pelaku pasar, melainkan telah menjadi pelaku utama. Namun demikian, kualitas pemahaman investasi tetap perlu diperkuat agar generasi muda tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga matang dalam kapasitas dan tahan terhadap risiko.

Ia menambahkan, tingkat inklusi keuangan nasional yang telah mencapai 80,51 persen perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan yang saat ini berada pada kisaran 66,46 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sudah banyak menggunakan produk keuangan, tetapi belum seluruhnya memahami manfaat, risiko, dan cara penggunaannya secara optimal. “Jangan sampai keputusan investasi hanya didasarkan pada tren sesaat atau fear of missing out (FOMO). Investasi tanpa pemahaman bukanlah peluang, tetapi justru dapat menjadi risiko,” ujar Arief.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan sesi talkshow dan diskusi interaktif bersama narasumber dari berbagai institusi, yaitu Iwan Chandra dari Bank Indonesia, Dewa Ekayana dari Kementerian Keuangan RI, Grani Ayuningtyas Harmani dari OJK, Handika Rahman dari LPS, serta Ayu Sara Herlia-Hinch selaku Financial Literacy & Inclusion Specialist. Materi yang disampaikan mencakup peran anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), pentingnya investasi, ragam instrumen investasi, hingga tips memulai investasi bagi generasi muda di era digital.

Bank Indonesia berharap melalui kegiatan ini para peserta semakin memahami pentingnya menabung, berinvestasi secara legal dan aman, memanfaatkan layanan keuangan formal, serta mampu menyusun perencanaan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. Mahasiswa juga diharapkan menjadi agen perubahan yang menularkan perilaku keuangan sehat di lingkungan keluarga, kampus, dan masyarakat.

Melalui LIKE IT 2026, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas edukasi keuangan secara inklusif, adaptif, dan berkelanjutan guna menciptakan masyarakat Indonesia yang semakin cerdas finansial serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.