Selasa, 30 Juni 2026 07:30 WIB
Penulis:Nila Ertina

Oleh: Soleman Aurai, Nabila Putri Kurniawan, Ihza Aulia Kiftia, Refanisa Putri, Mutia Fajriani, Yesi Ika Saputri, Luthfi Naufal Isthi Marennu, Kery Septriailsi, Diningtyas Kirana Azahrah, Reta Indriani, Aisyah Putri Mahayani, Petronela Awom*
DALAM upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), Kelompok 8 Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya melaksanakan rangkaian kegiatan Posyandu Lansia melalui program Cegah Hipertensi dan DM Melalui CERDIK dan TOGA (CERITA) dan Gerakan Menu Sehat Rendah Gula, Garam, dan Lemak (GEMAR).
Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk intervensi promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular (PTM), khususnya hipertensi dan diabetes melitus (DM) yang menjadi permasalahan kesehatan yang banyak ditemukan di Desa Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Rangkaian kegiatan dilaksanakan di dua Posyandu Lansia yang ada di desa, yaitu Posyandu Rambutan pada 17 Juni 2026 dan Posyandu Simpang Rambutan pada 25 Juni 2026, sehingga edukasi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat lansia.
Program tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya pencegahan penyakit tidak menular, deteksi dini faktor risiko kesehatan, serta peningkatan perilaku hidup sehat di masyarakat. Selain itu, penyampaian edukasi kesehatan kepada lansia dan keluarga turut berkontribusi terhadap Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi kesehatan, serta mencerminkan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Universitas Sriwijaya, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang lebih sehat.
Baca Juga:
Posyandu Lansia diawali dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan dengan pengisian pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai pencegahan penyakit tidak menular. Setelah itu, para lansia mengikuti penyuluhan kesehatan yang membahas tentang pencegahan hipertensi dan diabetes melitus melalui penerapan CERDIK serta pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai salah satu alternatif pendukung dalam menjaga kesehatan sehari-hari.
Materi mengenai CERDIK disampaikan secara interaktif sehingga mudah dipahami oleh peserta. Edukasi ini menekankan pentingnya melakukan cek kesehatan secara rutin, menghindari asap rokok, rajin beraktivitas fisik, menerapkan pola makan bergizi seimbang, beristirahat yang cukup, serta mengelola stres dengan baik. Selain itu, peserta juga diberikan informasi mengenai berbagai jenis tanaman obat keluarga yang mudah dibudidayakan dan dimanfaatkan untuk membantu menjaga kesehatan secara alami.
Suasana penyuluhan berlangsung dengan penuh antusias. Para lansia aktif menyimak materi yang disampaikan, mengajukan pertanyaan, serta berpartisipasi saat sesi diskusi berlangsung. Antusiasme tersebut juga terlihat ketika peserta mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa sebagai bentuk evaluasi pemahaman terhadap materi edukasi.
Pada akhir kegiatan, peserta diminta mengisi post-test sebagai evaluasi terhadap materi yang telah diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai perilaku hidup sehat, penerapan CERDIK, serta pemanfaatan TOGA. Hal ini terlihat dari kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan dengan lebih baik dibandingkan sebelum penyuluhan berlangsung.
Peningkatan pengetahuan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa edukasi kesehatan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam melakukan pencegahan penyakit tidak menular secara mandiri, sejalan dengan target SDG 3 yang menekankan upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Selain penyuluhan, peserta Posyandu Lansia juga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan kondisi kesehatan dasar sebagai langkah deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit tidak menular. Kegiatan ini mendapat sambutan positif karena memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sekaligus berkonsultasi mengenai upaya menjaga kesehatan di usia lanjut.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan program GEMAR pada 25 Juni 2026 melalui demonstrasi masak setelah kegiatan Posyandu Lansia di Posyandu Simpang Rambutan.
Berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang berfokus pada lansia, demonstrasi memasak ini juga melibatkan ibu rumah tangga sebagai sasaran utama, mengingat mereka memiliki peran penting dalam menyiapkan makanan bagi seluruh anggota keluarga.
Melalui demonstrasi tersebut, peserta diperkenalkan cara mengolah makanan yang tetap lezat dengan penggunaan gula, garam, dan lemak yang lebih bijak. Mahasiswa menjelaskan pemilihan bahan pangan, teknik pengolahan, hingga tips menjaga cita rasa makanan tanpa harus menggunakan bumbu secara berlebihan.
Harapannya, peserta dapat menerapkan menu sehat tersebut dalam kehidupan sehari-hari sehingga risiko penyakit tidak menular dapat diminimalkan. Edukasi mengenai konsumsi pangan sehat ini juga mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sadar gizi dan mampu menerapkan pola makan sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit kronis.
Demo masak berlangsung dalam suasana yang interaktif dan menyenangkan. Para peserta tampak antusias memperhatikan setiap tahapan proses memasak serta aktif berdiskusi mengenai cara mengolah makanan sehat di rumah. Tidak sedikit peserta yang membagikan pengalaman mereka dalam menyiapkan menu keluarga dan bertanya mengenai alternatif bahan yang lebih sehat.
Baca Juga:
Antusiasme peserta semakin terlihat saat sesi kuis berlangsung. Baik lansia maupun ibu rumah tangga berlomba-lomba menjawab pertanyaan yang diberikan terkait materi penyuluhan dan demonstrasi masak. Keaktifan peserta menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik sekaligus menciptakan suasana belajar yang komunikatif dan menyenangkan.
Melalui rangkaian kegiatan Posyandu Lansia dan Demonstrasi Masak Rendah GGL ini, Kelompok 8 PBL FKM Universitas Sriwijaya berharap masyarakat Desa Rambutan semakin termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit tidak menular sejak dini, sehingga kualitas hidup lansia maupun keluarga dapat terus terjaga. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Rambutan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya mewujudkan kehidupan yang sehat, meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan kesehatan berbasis masyarakat.
*Mahasiswa FKM Unsri Angkatan 2023