sumatera
Rabu, 30 September 2026 17:30 WIB
Penulis:Nila Ertina
Editor:Nila Ertina

SUASANA Gedung PPG Kampus Jakabaring UIN Raden Fatah Palembang pada Selasa malam (29/9/2026), mendadak penuh sesak dan bergemuruh. Ratusan mahasiswa serta official dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Sumatera tumpah ruah menghadiri Grand Opening Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) IV PTKIN se-Sumatera Tahun 2026.
Sejak pukul 19.30 WIB, aroma kompetisi yang berpadu dengan kehangatan silaturahmi sangat terasa. Barisan defile kontingen dari berbagai daerah melangkah anggun menyapa para hadirin, disambut sorak-sorai riuh penonton yang memadati ruangan.
Alunan lagu daerah Palembang dan penampilan tari Gending Sriwijaya semakin mempertegas kehangatan Bumi Sriwijaya dalam menyambut para tamu undangan.
Baca Juga:
Acara resmi dibuka secara simbolis melalui prosesi pembukaan PKM yang dihadiri langsung oleh pimpinan kampus serta jajaran pimpinan PTKIN se-Sumatera. Penyerahan piala bergilir dari UIN Jambi kepada UIN Raden Fatah Palembang turut menjadi momen krusial yang menandai dimulainya perebutan gengsi antar-kampus ini.
Namun, di balik gemerlap lampu panggung dan seremonial pembukaan, tersimpan ribuan cerita perjuangan dari para peserta yang hadir. Salah satunya datang dari Satria Nurfajri, mahasiswa kontingen asal Provinsi Jambi yang berlaga di cabang Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ).
Satria menuturkan, perjalanannya menuju PKM IV ini dipenuhi tantangan yang menguji kedisiplinan dan manajemen waktunya. Sebelum berangkat, ia harus membagi fokus antara berlatih ketat dan menjalankan amanah besar di kampusnya.
“Lumayan menantang, karena waktu itu aku lagi ada amanah di kampus sebagai koordinator protokol saat pengenalan budaya akademik mahasiswa. Jadi mencuri-curi waktu buat latihan, benar-benar padat banget,” ungkap Satria saat diwawancarai WongKito.co, di sela-sela acara pembukaan.
Batasi Kebiasaan Doom Scrolling
Kejutan tak berhenti di situ. Beberapa hari menjelang perlombaan, Satria sempat terkejut dengan perubahan teknis kompetisi. Jika awal pengetahuannya ia hanya perlu mendeklamasikan ayat Al-Qur’an, di H-3 ia baru mengetahui harus menyusun naskah sendiri dari awal. Kendati demikian, dengan kerja keras dan persiapan matang, cabang lomba yang diikuti secara dalam jaringan (online) tersebut berhasil dilaluinya dengan hasil manis.
“Sebenarnya untuk cabang aku sudah selesai bertanding karena sistemnya online. Aku ke sini diperangkatkan untuk men-support kawan-kawan yang masih bertanding sekaligus menjemput medali. Target awal tentu ingin memberikan hasil terbaik dan membawa pulang medali emas,” kata Satria mantap.
Di akhir perbincangan, Satria menyempatkan diri memberi pesan menohok bagi generasi muda. Menurutnya, generasi muda harus pintar membatasi diri dari kebiasaan doom scrolling atau terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial seperti TikTok.
“Kurang-kurangi scroll TikTok. Kalau terlalu banyak scroll, waktu kita habis dan jadi malas melakukan hal lain. Padahal kita punya banyak waktu untuk berkembang, bertumbuh, dan menghasilkan hal terbaik buat diri sendiri,” tegasnya.
Baca Juga:
Kemeriahan malam pembukaan PKM IV makin pecah menjelang penghujung acara. Penampilan spesial dari guest star Kopral Jono Band sukses membakar semangat seluruh kontingen. Ribuan mahasiswa larut dalam dendang lagu dan nyanyian bersama, meleburkan batasan kedaerahan dalam semangat kebersamaan dan sportivitas.
Kegiatan yang mengusung tema “Grow Together, Shine Forever” ini diproyeksikan menjadi wadah bertemunya gagasan kreatif, inovasi, serta ajang unjuk bakat mahasiswa PTKIN se-Sumatera. Suasana meriah malam pembukaan menjadi sinyal kuat bahwa hari-hari kompetisi ke depan akan berlangsung sengit namun tetap menjunjung tinggi tali persaudaraan. (*M. Agna Dzisyarif)
*Mahasiswi Magang MBKM Prodi Jurnalistik, UIN Raden Fatah Palembang, Angkatan 2024