Selasa, 02 Maret 2021 02:52 WIB
Penulis:Nila Ertina

JAKARTA, WongKito.co - Pertumbuhan luar biasa Halodoc di tahun 2020, diakui berkat keandalan ekosistem teknologi yang berhasil mendukung layanan kesehatan berkualitas dan terpercaya. Karena itu, tahun 2021 sebagai langkah strategis Halodoc menunjuk anggota board of advisor baru guna semakin mengoptimalkan pelayanan.
CEO & Cofounder Halodoc, Jonathan Sudharta mengungkapkan penunjukan Aldi Haryopratomo sebagai bagian dari Board of Advisor Halodoc. Sebelumnya, Aldi merupakan CEO GoPay dan pendiri Mapan.
“Saya sudah mengenal Aldi semenjak remaja. Dari pertama kali saya mulai mengerjakan Halodoc empat tahun lalu, ia menjadi salah satu partner diskusi secara rutin yang banyak memberikan masukan. Di tengah pemanfaatan tech-health yang terus berkembang, saran dan masukan strategis dari seorang Aldi dengan pengalaman kepemimpinannya akan membawa nilai tambah tersendiri. Bergabungnya Aldi sebagai bagian keluarga besar Halodoc akan memperkuat misi Halodoc dalam menjembatani akses kesehatan bagi lebih banyak masyarakat Indonesia,” kata Jonathan dalam webinar Perubahan Prilaku Pengguna Selama Pandemi dan Strategi Halodoc di 2021, Senin (1/3/2021).
Aldi Haryopratomo sebelumnya CEO Gopay dan Mapan.
"Saya masih ingat sewaktu Jon dan saya membicarakan tentang strategi fundraising dan pengembangan produk saat Halodoc baru berdiri. Sejak awal sudah terlihat bahwa tim Halodoc punya potensi dan mimpi besar. Kini Halodoc sudah menjadi aplikasi tech health yang paling lengkap di Indonesia. Merupakan sebuah kehormatan bagi saya dapat bergabung bersama keluarga besar Halodoc. Saya yakin bahwa bersama-sama kita dapat memberikan akses layanan kesehatan yang semakin mudah dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Aldi.
Sementara Halodoc optimis tech-health akan semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Beberapa data survei dari firma konsultasi manajemen menunjukan tren serupa di mana pertumbuhan pasca lockdown tetap stabil dan pengguna terus dapat memanfaatkan layanan tech health bagi kesehatan fisik dan mental bahkan setelah pandemi usai.
“Dengan dukungan dari pemerintah serta pemangku kepentingan terkait, Halodoc akan terus menghadirkan inovasi yang dibutuhkan masyarakat. Salah satunya, sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan, yaitu dengan menghadirkan Pos Pelayanan Program Vaksinasi COVID-19 secara Drive Thru sebagai kontribusi Halodoc pada upaya percepatan program vaksinasi COVID-19 di Indonesia yang akan dimulai pada tanggal 3 Maret 2021 hingga akhir tahun 2021,” ujar Jonathan.
Selain layanan digital, seperti konsultasi dokter online, layanan offline seperti fasilitas Drive Thru turut jadi primadona dan ditengarai tetap menjadi inovasi yang bermanfaat selama pandemi, salah satunya sebagai fasilitas vaksinasi COVID-19 yang tengah digencarkan pemerintah.
Tahun 2020 merupakan tahun penuh tantangan, namun Halodoc terus konsisten dalam berinovasi. Terdapat puluhan inovasi yang diluncurkan selama pandemi berlangsung, salah satunya adalah pelopor penyedia layanan Tes COVID-19 Drive Thru. Diluncurkan pertama kali pada April 2020 di Kemayoran dengan menawarkan tes COVID-19 rapid antibodi, kini layanan telah ada di 20 lokasi yang tersebar di 11 kota dan menawarkan berbagai jenis tes COVID-19 seperti swab antigen, PCR, dan rapid antibodi.
Melakukan tes COVID-19 secara drive thru mulai menjadi preferensi jika dibandingkan dengan tes langsung ke fasilitas kesehatan maupun panggilan ke rumah, terlihat dari lima lokasi tes COVID-19 teratas didominasi oleh lokasi tes secara drive thru yang ada di Jakarta serta Surabaya. Hingga Februari 2021, layanan drive thru Halodoc telah memfasilitasi lebih dari 600.000 tes COVID-19 dengan swab antigen sebagai jenis tes paling diminati masyarakat kendati kemunculannya terbilang paling akhir dibanding tiga jenis tes COVID-19 lainnya (rapid antibodi, PCR, serologi).
“Hal menarik lain yang juga kami amati adalah proporsi pengguna Halodoc yang didominasi oleh perempuan serta perbedaan perilaku antara pengguna laki-laki dan perempuan dalam memanfaatkan layanan di platform kami. Yang juga unik saat melihat data yang kami miliki adalah bagaimana pengguna laki-laki juga memanfaatkan layanan Chat Dokter untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak. Dominasi perempuan ini yang juga yang mendasari kami mengeluarkan banyak fitur yang fokus kepada perempuan seperti Kalender Menstruasi yang dirilis pada Oktober 2020, dan diikuti dengan fitur Kalender Kehamilan di awal tahun 2021,” ungkap Chief Marketing Officer Halodoc, Dionisius Nathaniel.