Pengunjung JSC Dibatasi, Wisma Atlet Beroperasi jadi Rumah Sakit

Minggu, 23 Mei 2021 19:42 WIB

Penulis:Nila Ertina

WhatsApp Image 2021-05-22 at 20.51.24.jpeg
Jakabaring Sport City (JSC) ditutup sementara sejak beroperasi kembali Wismat Atlet menjadi RS Darurat

PALEMBANG, WongKito.co - Hampir dua pekan ini, pascaditetapkannya Sumatera Selatan termasuk lima besar penyebaran dan terpapar COVID-19, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru kembali mengaktifkan Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) menjadi rumah sakit darurat.

"Saat ini, tidak boleh berwisata bapak dan ibu, kalau berolahraga masih boleh masuk," kata seorang petugas di pintu masuk utama kawasan JSC, Minggu (23/5/2021).

Larang berwisata di kawasan JSC menurut dia telah diberlakukan sejak kembalinya beroperasi Wisma Atlet menjadi rumah sakit darurat.

"Kondisi terkini, banyak yang sedang menjalani isolasi di wisma jadi tidak boleh ada kegiatan wisata di kawasan tersebut," ujar dia menjelaskan.

Sebelumnya, kawasan JSC menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kota Palembang karena di lokasi tersebut juga terdapat danau yang kerap menjadi alternatif berwisata keluarga.

Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati kesejukan kawasan yang ditumbuhi beragam pohon rindang sehingga membuat area tersebut sejuk.

Dua pekan lalu Gubernur menyebutkan mulai Rabu (12/5/2021), sebanyak 567 tempat tidur disiapkan untuk masyarakat Sumsel yang menjalani pengobatan COVID-19 di Wisma Atlet.

Ia mengatakan tingginya angka Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit rujukan mengharuskan ada tambahan fasilitas kesehatan alternatif.

Sebelumnya, Wisma Atlet telah menjadi rujukan bagi pasien COVID-19 yang mengalami gejala ringan dan tanpa gejala untuk perawatan dan isolasi.

Namun, per Agustus 2020 gubernur setempat mencabut operasional Wisma Atlet karena memang saat itu terjadi penurunan angka penderita COVID-19.

Herman mengungkapkan untuk mengoperasikan Wisma Atlet sebagai rumah sakit darurat memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Kondisi saat ini, kata dia membutuhkan fasilitas perawatan tambahan bagi penderita penyakit yang menyerang organ pernapasan tersebut.

“Tahap awal, hanya satu tower dibuka, tetapi jika memang diperlukan akan dibuka dua tower seperti awal beroperasi, " Tutup Herman