Minggu, 04 Januari 2026 13:00 WIB
Penulis:Susilawati

JAKARTA - Memasuki tahun 2026, tren kesehatan menjadi kunci utama dalam menjaga kebugaran dan kesehatan jangka panjang.
Di tengah maraknya tren wellness yang dipopulerkan influencer dan berbagai produk kesehatan, profesional medis mengingatkan pentingnya kembali pada kebiasaan dasar yang telah terbukti secara ilmiah.
Berbagai tren kesehatan di media sosial kerap menonjolkan pola makan tertentu, produk tinggi protein, atau strategi peningkatan asupan serat secara ekstrem. Namun, para ahli menilai pendekatan tersebut tidak selalu relevan bagi semua orang dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman jika tidak didukung pemahaman yang tepat.
Melansir dari Associated Press News, Rabu, 31 Desember 2025, ahli gizi menekankan bahwa kebutuhan protein dan serat sebaiknya dipenuhi melalui makanan utuh yang mudah diakses. Sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta biji-bijian dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan harian tanpa harus bergantung pada produk khusus atau suplemen mahal.
Baca juga :
Selain itu, tren pelabelan “tinggi protein” atau fiber-maxxing pada berbagai produk olahan disebut tidak selalu memberikan manfaat tambahan, terutama jika pola makan sehari-hari sudah seimbang. Aspek gaya hidup juga menjadi sorotan yang cukup penting. Kualitas tidur yang baik, pengelolaan stres, serta kebiasaan konsumsi makanan sehat secara teratur, mampu menjaga keseimbangan dan kestabilan dalam tubuh.
Melansir dari Times of India, Rabu, 31 Desember 2025, Berikut 5 Tips Hidup Sehat 2026:
Ahli gizi menekankan pentingnya protein dan serat dari sumber alami seperti ikan, telur, kacang-kacangan, sayur, dan buah. Kombinasi ini berperan menjaga massa otot, memperlancar pencernaan, serta membantu pengendalian gula darah dan rasa kenyang lebih lama.
Tren diet dan suplemen yang ramai di media sosial tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan tubuh setiap orang. Para ahli mengingatkan bahwa pendekatan berbasis sains dan kondisi individu jauh lebih aman dibandingkan dengan mengikuti klaim instan yang belum teruji secara medis.
Perawatan kulit tidak harus dilakukan secara kompleks. Dengan membersihkan wajah, menggunakan pelembap, dan tabir surya secara rutin dinilai cukup untuk menjaga kesehatan kulit serta mencegah kerusakan jangka panjang akibat paparan lingkungan.
Melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang, termasuk jalan kaki, maupun peregangan, terbukti bermanfaat untuk kesehatan jantung, kekuatan otot, serta menjaga mobilitas tubuh. Langkah ini dapat dilakukan setiap hari, agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal.
Olahraga dengan intensitas sedang, dan dilakukan secara rutin dinilai lebih efektif bagi jangka panjang. Dengan konsistensi yang tinggi, kegiatan ini membantu tubuh beradaptasi, menurunkan risiko cedera, dan memberikan manfaat kesehatan jangka panjang.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Maharani Dwi Puspita Sari pada 04 Jan 2026