Simak 30 Istilah Saham yang Wajib Dipahami Investor Pemula

BEI buka kembali kode broker dan domisili investor. Apa dampaknya untuk kamu yang baru terjun ke dunia saham? Simak manfaat, risiko, dan strategi amannya di sini. (Berbagai Sumber)

JAKARTA,  - Minat masyarakat terhadap investasi saham terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, seiring kemudahan akses melalui aplikasi digital dan maraknya edukasi finansial di media sosial. 

Namun, tingginya minat ini tidak selalu dibarengi dengan pemahaman yang memadai, terutama soal istilah-istilah dasar di pasar modal.

Banyak investor pemula langsung membeli saham karena ikut tren, rekomendasi influencer, atau sekadar takut ketinggalan momen (fear of missing out/FOMO). Padahal, tanpa memahami istilah dan mekanisme dasar saham, risiko kerugian justru semakin besar.

Baca juga:

Para analis menekankan bahwa memahami istilah saham bukan sekadar teori, melainkan fondasi penting agar investor bisa mengambil keputusan rasional, mengelola risiko, dan tidak mudah panik saat pasar bergejolak. 

Dirangkum TrenAsia dari berbagai sumber, Selasa, 30 Desember 2025, berikut 30 istilah saham yang wajib dipahami sebelum terjun ke pasar modal,

1. Saham : Bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Pemegang saham berhak atas keuntungan dan aset perusahaan sesuai porsi kepemilikan.

2. Emiten : Perusahaan yang menerbitkan saham dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

3. Bursa Efek : Tempat berlangsungnya transaksi jual beli saham. Di Indonesia dikenal sebagai BEI.

4. Lot : Satuan perdagangan saham di BEI. 1 lot = 100 lembar saham.

5. Broker Sekuritas : Perantara resmi yang menghubungkan investor dengan bursa untuk melakukan transaksi saham.

6. Capital Gain : Keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual saham.

Baca juga : Beyoncé Resmi Jadi Miliarder Versi Forbe

7. Capital Loss : Kerugian akibat menjual saham pada harga lebih rendah dari harga beli.

8. Dividen : Pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham, bisa dalam bentuk tunai atau saham.

9. Yield : Persentase imbal hasil investasi, biasanya dikaitkan dengan dividen.

10. Blue Chip : Saham perusahaan besar, stabil, dan bereputasi baik dengan kinerja keuangan kuat.

11. Saham Gorengan : Saham dengan pergerakan harga ekstrem, volume tidak wajar, dan risiko tinggi.

12. Bullish : Kondisi pasar atau saham yang sedang mengalami tren kenaikan.

13. Bearish : Kondisi pasar atau saham yang sedang mengalami tren penurunan.

14. Cut Loss : Strategi menjual saham untuk membatasi kerugian agar tidak semakin besar.

15. Take Profit : Menjual saham setelah target keuntungan tercapai.

16. Floating Loss : Kerugian sementara karena harga saham turun, tetapi belum direalisasikan karena belum dijual.

17. Floating Profit : Keuntungan sementara karena harga saham naik, namun belum direalisasikan.

18. Fundamental : Analisis kondisi keuangan dan kinerja perusahaan, seperti laba, aset, dan utang.

19. Analisis Teknikal : Analisis pergerakan harga saham berdasarkan grafik dan indikator statistik.

20. Price to Earnings Ratio (PER) : Rasio valuasi yang membandingkan harga saham dengan laba per saham.

21. Price to Book Value (PBV) : Rasio yang membandingkan harga saham dengan nilai buku perusahaan.

Baca juga : Fakta Ekspansi CUAN 2025: Dari Listrik hingga Tambang SINI

22. Market Capitalization : Nilai total perusahaan di pasar saham, dihitung dari harga saham dikali jumlah saham beredar.

23. Auto Reject : Batas kenaikan atau penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan.

24. Suspend : Penghentian sementara perdagangan saham oleh bursa.

25. IPO (Initial Public Offering) : Proses penawaran saham perdana perusahaan ke publik.

26. Right Issue : Penerbitan saham baru yang ditawarkan terlebih dahulu kepada pemegang saham lama.

27. Buyback : Aksi perusahaan membeli kembali sahamnya yang beredar di pasar.

28. Volume : Jumlah saham yang diperdagangkan dalam periode tertentu.

29. Likuiditas : Kemudahan saham untuk diperjualbelikan tanpa memengaruhi harga secara signifikan.

30. FOMO (Fear of Missing Out) : Rasa takut ketinggalan peluang yang sering mendorong keputusan investasi tidak rasional.

Memahami istilah saham adalah langkah awal untuk menjadi investor yang cerdas. Tanpa pemahaman ini, investasi berpotensi berubah menjadi spekulasi. 

Para pelaku pasar mengingatkan, keuntungan jangka panjang tidak ditentukan oleh seberapa cepat membeli saham, melainkan seberapa baik memahami risikonya.

Sebelum berinvestasi, pastikan investor memiliki tujuan yang jelas, strategi yang matang, serta pemahaman yang cukup agar tidak sekadar mengikuti arus pasar.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 03 Jan 2026 

Bagikan

Related Stories