Podcast
Sabtu, 22 Agustus 2026 21:31 WIB
Penulis:Nila Ertina

PALEMBANG, WongKito.co - Suasana terasa berbeda di ruang tunggu OPI XXI Palembang, Sabtu siang (22/8/2026) tampak puluhan orang berkerumun menunggu giliran masuk ke studio untuk menyaksikan Gala Premiere "Baby Udon".
Penonton pun terlihat tertib diarahkan panitia Gala Premiere "Baby Udon" memasuki studio 1, 5 dan studio 6, sampai akhirnya terdengar suara tangis haru mayoritas penonton saat pemeran utama pria, Hajime Kondoh, Denny Sumargo berhasil berkomunikasi dengan dua anaknya yang berada di Jepang. Kalimat per kalimat yang disampaikan Hajime tampak menghipnotis penonton saat berpamitan kepada anak laki-laki dan perempuannya, melalui video, saat itu Hajime sedang terbaring lemah karena menderita kanker stadium 4.
"Aku nangis nian tadi, sedih nian pas Hajime VC pamit sama anak-anaknya," kata seorang penonton.
Baca Juga:
Penonton lainnya, Nova mengungkapkan sempat menyaksikan penonton di samping kanan dan kirinya menangis tersedu-sedu pas sin, Hajime pamit.
"Sampai-sampai mereka kehabisan tisu, dan teman sebelahnya menyarankan untuk mengambil tisu di kamar mandi," kata dia.
Densu dan Fanny Hadir
Sukses menyentuh hati yang paling dalam penonton tiga studio, pemeran utama pria dan perempuan, serta sang pemilik orginal cerita, Fanny Kondoh hadir menghampiri penonton masing-masing studio.
Denny Sumargo, pemeran utama pria atau akrab disapa Densu dan Caitlin Halderman pemeran utama perempuan tampak menghampiri penonton dan menanyakan kesan usai menonton film drama romantic dengan durasi 115 menit tersebut.
Salah seorang penonton saat ditanya Densu mengungkapkan rasa puasnya menonton film tersebut. "Film ini sangat menginspirasi saya, saya juga pejuang garis dua," kata dia.
Penonton lainnya mengungkapkan kepada Densu. "Saya sedih karena film ini relate dengan nasib saya yang ditinggal suami, tapi saya mendapatkan semangat baru dari sosok Fanny," kata dia.
3 September tayang serentak
Denny Sumargo tak hanya menjadi pemeran utama pria, tetapi film tersebut diproduksi oleh rumah produksi miliknya.
Densu mengaku sejak awal menilai kalau kisah Fanny Kondoh dan Hajime Kondoh sangat menarik, dan menginspirasi.
Salah satu poin dari kisah pasangan yang beda usia, beda bangsa dan tentunya beda budaya tersebut, menunjukan betapa kuatnya rasa cinta keduanya.
"Fanny bertahan saat suaminya sakit dan memilih merawat menjadi sangat menginspirasi, padahal bisa saja dia meninggalkan Hajime," kata dia.
Baca Juga:
Diakhir film, dia mengakui sengaja menyertakan "footage-footage" ketika Hajime Kondoh masih hidup dan sampai akhirnya terbaring di rumah sakit dan dimakamkan.
"Bagian akhir itu, menunjukan betapa kuatnya rasa cinta keduanya," kata Densu sembari mengingatkan untuk mengajak sebanyak-banyak warga Palembang menonton mulai 3 September nanti.(ert)