Ramadan
Kamis, 12 Maret 2026 05:27 WIB
Penulis:Nila Ertina

PALEMBANG, WongKito.co – Warga menyerbu pasar murah yang diselanggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera SelataN, di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Palembang, Rabu (11/3/2026).
Dalam pasar murah tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasaran, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai, hingga bawang. Program ini digelar sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya menjelang lebaran ketika harga bahan pokok cenderung meningkat.
Ketua Tim Penggerak PKK Sumatera Selatan, Febrita Lustia Herman Deru, mengatakan pasar murah ini tidak hanya menyediakan sembako, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk kuliner terutama makanan untuk berbuka puasa.
“Untuk kebutuhan berbuka, kami menyediakan jajanan pasar Kami juga membantu pelaku UMKM menjual produk makanan mereka dengan syarat harus bersih dan higienis,” ujarnya.
Baca Juga:
Harga berbagai produk yang ditawarkan lebih murah dibandingkan barang serupa di pasar. Contohnya Beras SPHP dijual Rp56 ribu/5kg, sedangkan subsidi Minyak Kita 1.700/liter, telur ayam 4.000/kg, cabai rawit merah Rp10 ribu, daging ayam Rp10 ribu, ikan tenggiri giling Rp20 ribu, dan subsidi daging beku Rp20 ribu/kg.
Sementara salah satu pengunjung pasar murah, Sifa (56), mengaku kegiatan pasar murah ini sangat membantu masyarakat karena harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan di pasar pada umumnya.
“Kalau bisa tetap diadakan setiap tahun, karena ini cukup membantu kami. Kami juga rela mengantri demi mendapatkan harga yang lebih murah,” katanya.
Antusiasme warga terlihat dari antrean panjang di sejumlah stan penjualan. Meski harus menunggu, masyarakat tetap tertib dan sabar karena merasa terbantu dengan adanya pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas harga serta meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Ramadan.(Magang/Echa Cahaya Zahira)