Minggu, 28 Juni 2020 22:33 WIB
Penulis:Nila Ertina

WASHINGTON, WongKito.co-Perusahaan digital raksasa asal Amerika Serikat, Microsoft, Inc mengklaim meskipun hanya mengoperasikan empat gerai dan menutup ratusan gerai di dunia, memastikan tidak memutus hubungan kerja (PHK).
Wakil Presiden Microsoft Store, Porter David, dalam ungguhannya di laman LinkedIn, Minggu, 28 Juni 2020 mengatakan pihaknya
akan berkonsentrasi pada ritel digital yang tercatat mampu menggaet hingga 1,2 miliar pelanggan bulanan di 190 pasar digital di dunia.
“Kami berkomitmen untuk menumbuhkan dan mengembangkan karier yang lebih kuat dari sebelumnya,” katanya.
Dia menyebutkan penutupan Microsoft Store di seluruh dunia, kecuali di empat lokasi yang akan dialihfungsikan sebagai toko yang tidak lagi menjual produk.
Keempat toko tersebut berlokasi di New York (Fifth Ave), London (Sirkus Oxford), Sydney (Westfield Sydney), dan lokasi kampus Redmond. Microsoft mengaku
Meski menutup hampir semua ritelnya, Microsoft memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat penutupan
Kabarnya, rencana penutupan gerai ini memang akan dilakukan tahun depan, namun dipercepat seiring dengan kemunculan pandemi COVID-19. Pengumuman ini menjawab teka-teki mengapa Microsoft belum membuka satu gerai pun setelah adanya pelonggaran pembatasan sosial.
Pada bulan April lalu, Microsoft menguraikan dalam sebuah unggahan di blog terkait para pekerja ritel yang menjalani work from home (WFH). Perusahaan mengklaim tetap membayar pekerja secara normal meskipun dengan sistem kerja yang baru.
Microsoft Store memulai debutnya pada tahun 2009 yang menjual perangkat keras seperti Surface dan Xbox. Selain menjual produk, Microsoft Store juga melayani layanan konsumen seperti servis perangkat.
Penutupan gerai ini dilakukan sebelum Microsoft merilis perangkat keras terbaru yaitu Surface Book 3, Surface Go 2, Surface Earbuds, dan Surface Headphones 2.