Kamis, 28 Mei 2026 17:25 WIB
Penulis:Susilawati

JAKARTA, – Di tengah IHSG yang tertekan sepanjang Mei 2026, ada satu sumber pendapatan yang berjalan diam-diam di bawah radar banyak investor ritel yakni musim dividen.
Puluhan emiten sudah dan sedang membagikan laba tahunan kepada pemegang saham, dan sebagian masih bisa dikejar hingga Jumat 29 Mei 2026. Sebelum masuk ke daftarnya, ada satu konsep yang perlu dipahami dulu.
Cum date atau cumulative date adalah batas terakhir investor bisa membeli saham dan masih berhak mendapat dividen. Beli di cum date artinya dapat dividen. Beli setelah cum date (ex date) berarti tidak dapat dividen, meski sahamnya sudah di tangan.
Setelah cum date, harga saham biasanya turun secara teknikal, kira-kira sebesar nilai dividen per saham. Ini wajar dan disebut dividend adjustment. Investor yang beli tepat di cum date hanya untuk kejar dividen perlu memperhitungkan penurunan ini, karena kalau harga jatuh lebih dalam dari nilai dividennya, return total bisa negatif.
Fenomena ini disebut dividend trap. Aturan paling sederhana: beli saham karena bisnisnya bagus, dividen adalah bonus. Bukan sebaliknya.
Berikut emiten yang cum date-nya jatuh pada Jumat di pasar reguler dan negosiasi. Ex dividen berlaku mulai Senin, 2 Juni 2026.
| Emiten | Kode | Dividen/Saham | Total Dividen | Pembayaran | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|
| Golden Energy Mines | GEMS | US$0,0136 (~Rp243) | US$80 juta | 11 Jun 2026 | Papan Utama, dividen dalam dolar |
| Soho Global Health | SOHO | Rp39,5 | Rp501,32 miliar | 18 Jun 2026 | Papan Pengembangan |
| Mandom Indonesia | TCID | Rp38 | Rp15,28 miliar | 18 Jun 2026 | Produk perawatan Gatsby |
| Trans Power Marine | TPMA | Rp42 | Rp146,85 miliar | 18 Jun 2026 | Papan Utama |
| PP Prima Globalindo | PPGL | Rp39,5 | Rp30,46 miliar | 17 Jun 2026 | Papan Akselerasi — lihat catatan |
| Soho Global Health (tunai) | INET | Rp0,04 | Rp894,96 juta | 11 Jun 2026 | Nilai sangat kecil |
Untuk yang menggunakan pasar tunai, cum date jatuh pada Selasa, 3 Juni 2026 dengan ex dividen Rabu, 4 Juni 2026.
Catatan khusus GEMS: dividen dibagikan dalam dolar AS. Di tengah rupiah yang masih lemah di kisaran Rp17.300-17.500, ini bisa jadi keuntungan tambahan karena nilai rupiahnya lebih tinggi dari biasanya. Tapi perlu dicek mekanisme konversi di broker masing-masing.
Catatan khusus PPGL: yield yang tertera di beberapa sumber mencapai 20 persen lebih. Angka ini terlihat sangat menarik, tapi PPGL adalah emiten di papan akselerasi dengan kapitalisasi kecil dan volume perdagangan harian sangat rendah. Masuk mudah, keluar bisa sangat sulit. Ini bukan untuk investor ritel pemula.
Bagi yang melewatkan musim dividen bank besar Mei 2026, ini data yang bisa dijadikan referensi untuk evaluasi saham ke depan:
| Emiten | Kode | Dividen/Saham | Yield Saat Cum Date | Payout Ratio | Pembayaran |
|---|---|---|---|---|---|
| Bank Rakyat Indonesia | BBRI | Rp346 | ~10% | 92% | 8 Mei 2026 |
| Bank Mandiri | BMRI | Rp476,95 | ~7,34% | 79% | 25 Mei 2026 |
| Bank Central Asia | BBCA | Rp281 (final) / Rp336 total | ~4,9% | 72% | 8 Apr 2026 |
| Astra International | ASII | Rp390 | ~5-6% | — | 25 Mei 2026 |
| Saratoga Investama | SRTG | Rp103,3 | — | — | 12 Jun 2026 |
| HM Sampoerna | HMSP | Rp56,3 | — | — | 19 Jun 2026 |
| Tigaraksa Satria | TGKA | Rp285 | — | — | 5 Jun 2026 |
| Prima Andalan Mandiri | MCOL | Rp200 | — | — | 8 Jun 2026 |
| Prodia Widyahusada | PRDA | Rp162,68 | — | — | Mei 2026 |
| Bank Jabar Banten | BJBR | Rp85,54 | — | — | 26 Mei 2026 |
| Pertamina Geothermal | PGEO | Rp49,44 | — | — | Mei 2026 |
| AKR Corporindo | AKRA | Rp50 | — | — | 21 Mei 2026 |
| Selamat Sempurna | SMSM | Rp25 | — | — | Mei 2026 |
Dividend yield rata-rata MSCI Value Indonesia saat ini: 8,7 persen. Ini lebih tinggi dari BI Rate 5,25 persen dan bunga deposito perbankan yang akan berada di kisaran 5-6 persen. Selisihnya menarik — tapi hanya kalau harga sahamnya tidak turun lebih dalam dari yield itu sendiri.
Payout ratio BBRI 92 persen. Ini yang paling perlu dicermati untuk tahun depan. Payout ratio setinggi ini berarti perusahaan hanya menyisihkan 8 persen laba untuk reinvestasi bisnis. Dalam kondisi BI Rate naik dan tekanan NPL meningkat, apakah level ini bisa dipertahankan pada pembagian dividen 2027? Kalau diturunkan, yield akan ikut turun dan harga saham bisa terkoreksi.
Pajak dividen 10 persen sudah dipotong otomatis. Dana yang masuk ke rekening investor sudah bersih pajak — tidak perlu bayar lagi secara manual. Tapi ada peluang bebas pajak penuh kalau dividen diinvestasikan kembali dan dilaporkan di Coretax sesuai ketentuan PMK 81/2024.
Satu hal yang sering tidak dihitung investor pemula: total return adalah dividen ditambah perubahan harga saham. Kalau kamu beli BBRI sebelum cum date April dengan yield 10 persen, tapi harga sahamnya turun 15 persen sejak saat itu, return total kamu minus 5 persen.
Di musim pasar yang sedang terkoreksi seperti Mei 2026, banyak saham dividen memberikan yield yang secara angka terlihat tinggi justru karena harga sahamnya sudah turun jauh, bukan karena perusahaan tiba-tiba jadi lebih royal. Ini yang dimaksud dengan dividend trap.
Cara paling sederhana untuk menghindarinya: evaluasi fundamental bisnis sebelum melihat angka yield. Kalau bisnisnya bagus dan harga turun karena sentimen pasar bukan karena masalah fundamental, dividen tinggi itu memang peluang. Kalau harga turun karena laba terancam, yield tinggi hari ini mungkin tidak akan terulang tahun depan.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Chrisna Chanis Cara pada 28 May 2026