KabarKito
LKC Dompet Dhuafa Sumsel Latih Warga Pulokerto Olah Limbah Dapur Jadi Pupuk
PALEMBANG, WongKito.co – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sumatera Selatan menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik bagi masyarakat di wilayah program Pos Sehat PTM Pulokerto, Kecamatan Gandus, Palembang, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 WIB ini menjadi salah satu upaya mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah rumah tangga.
Pelatihan tersebut diikuti 50 peserta yang terdiri dari anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) RT 21, RT 22, dan RT 23, kader Pos Sehat PTM Pulokerto, serta pengurus Karang Taruna setempat. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Seksi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, Rina Sopiana, sebagai narasumber.
Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga mengikuti praktik langsung pembuatan pupuk hayati. Bahan yang digunakan cukup mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti sisa sayuran, kulit buah, kulit bawang, gula merah, air, kotoran hewan ternak, tanah, dan larutan EM4. Sementara itu, peralatan yang dibutuhkan cukup sederhana, yakni cangkul, pisau, dan toples.
Officer PKM LKC Dompet Dhuafa Sumsel, Riska Isnaini mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung kemandirian program di Kelurahan Pulokerto. Pemilihan materi pembuatan pupuk hayati juga disesuaikan dengan potensi masyarakat setempat yang sebagian besar menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar. Peserta sangat antusias mengikuti setiap tahapan dari awal hingga akhir. Semoga ilmu yang didapat bermanfaat dan bisa langsung diterapkan warga,” ujar Riska.
Sementara itu, salah satu peserta dari KWT RT 22, Ema, mengatakan pelatihan tersebut memberikan manfaat dalam menambah pengetahuan masyarakat, khususnya mengenai pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik. Selain memperoleh keterampilan baru, peserta juga mendapatkan bibit tanaman untuk mendukung kegiatan bercocok tanam.
“Kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan kami. Selain itu, kami juga mendapat bibit tanaman,” ujar Ema.
Sebagai tindak lanjut, pupuk yang telah dibuat masih menjalani proses fermentasi. Proses tersebut akan dipantau oleh masing-masing ketua KWT hingga pupuk siap digunakan. Pendampingan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, LKC Dompet Dhuafa Sumsel berharap masyarakat Pulokerto dapat semakin mandiri dalam mengelola limbah rumah tangga, mengembangkan kegiatan pertanian, serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar untuk mendukung pemberdayaan masyarakat. (ril)

