Alokasi Anggaran Pupuk Subsidi Bertambah Rp 14 Triliun

Alokasi Anggaran Pupuk Subsidi Bertambah Rp 14 Triliun (ist)

JAKARTA - Sebagai bentuk dukunan ke petani, pemerintah mengumumkan penambahan anggaran sebesar Rp14 triliun untuk menyediakan pupuk bersubsidi. 

Penambahan alokasi anggaran pupuk bersubsidi tersebut telah ditandatangani Presiden Joko Widodo, kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Selasa (16/1/ 2024).

Ia menegaskan komitmennya terhadap penyuluh pertanian serta ketersediaan benih, bibit, dan pupuk. Meskipun kuota pupuk subsidi mengalami penurunan, Andi optimis bahwa langkah ini akan berkontribusi positif terhadap swasembada pangan dan pertumbuhan ekonomi petani.

Penurunan kuota pupuk subsidi tidak dianggap sebagai hambatan, tetapi sebagai tantangan yang dapat diatasi dengan kebijakan yang tepat. 

“Pemerintah berkomitmen untuk segera mengimplementasikan penambahan anggaran ini, dengan fokus pada distribusi pupuk subsidi yang efektif kepada petani,” katanya Selasa 16 Januari 2024 . 

Baca Juga:

Dia menambahkan, tujuan utamanya adalah meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung ekonomi petani di Indonesia.

Langkah ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mendesak sektor pertanian di tengah tantangan global dan lokal. Dengan peningkatan anggaran untuk pupuk subsidi, pemerintah berharap dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi petani untuk meningkatkan hasil panen mereka.

Pemerintah juga berencana untuk terus memberikan dukungan kepada penyuluh pertanian sebagai ujung tombak dalam peningkatan kualitas dan efisiensi pertanian di Indonesia. 

“Selain itu, ketersediaan benih dan bibit yang memadai akan menjadi fokus utama untuk memastikan pertumbuhan sektor pertanian yang berkelanjutan,” katanya dikutip dari Antara.

Baca Juga:

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah optimis bahwa sektor pertanian dapat menjadi motor penggerak ekonomi, memberikan kontribusi signifikan terhadap swasembada pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia. 

Langkah proaktif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi upaya serupa di negara-negara lain yang juga menghadapi tantangan serupa dalam menjaga ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi melalui sektor pertanian.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Muhammad Imam Hatami pada 16 Jan 2024 


Related Stories