BACA BERIZIK: Literasi “Berisik” Bangkitkan Generasi Muda

Manager Komunitas Arus Aksara Perempuan, Luthfiah Revalina (Foto WongKito.co/Joka M Munir)

PALEMBANG, WongKito.co - Kegiatan diskusi literasi bertajuk BACA BERIZIK dengan tema “Membaca, Berdiskusi dengan Riang Gembira” perdana digelar sebagai ruang belajar bersama bagi generasi muda. Kegiatan ini bertujuan mendorong kebangkitan generasi muda menuju masa depan yang cerah dan berdaya melalui budaya membaca dan diskusi kritis.

Manager Arus Aksara Perempuan, Luthfiah Revalina, dalam sambutannya menegaskan bahwa literasi tidak boleh sekadar sunyi dan pasif. Ia menyampaikan bahwa buku dan diskusi dapat menjadi alat perjuangan untuk membela kepentingan rakyat.

“Lewat bedah buku malam ini kita ingin membuktikan bahwa literasi bisa menjadi sangat berisik dan mengganggu kemapanan mereka yang tidak berpihak pada rakyat. Buku adalah senjata dan diskusi malam ini sebuah cara kita untuk mengisi peluru pikiran tersebut,” ujarnya, Rabu malam (4/3/2026).

Baca Juga:

Ia berharap peserta tidak hanya membawa pulang informasi baru, tetapi juga semangat baru untuk terus bersikap kritis dan peduli terhadap berbagai isu sosial. 
“Mari kita buat malam ini benar-benar berisik dengan ide dan gagasannya,” katanya.

Memasuki sesi bedah buku "Memori Perempuan, Berjuang Melawan Tiran" diskusi dipandu oleh Founder simburcahaya.com, Nila Ertina FM. Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang meluangkan waktu untuk hadir dan memulai tradisi membaca sebelum berpendapat. Menurutnya, kebiasaan membaca menjadi bekal penting agar generasi muda tidak mudah terjebak informasi yang menyesatkan.

Ia menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, khususnya bagi mahasiswa dan perempuan, agar tidak mudah terpengaruh narasi yang belum tentu benar. 
“Kita harus baca kebenarannya seperti apa lalu bicara juga. Jangan mudah percaya tanpa memahami konteksnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nila juga menjelaskan tentang Arus Aksara Perempuan, sebuah komunitas yang dibangun oleh simburcahaya.com sebagai ruang bertemu, berdiskusi, dan berbagi gagasan serta saling bersolidaritas. Komunitas ini tidak hanya menjadi wadah literasi, tetapi juga ruang pengembangan kapasitas, termasuk peluang menjadi relawan dan membangun portofolio di bidang kepenulisan serta advokasi isu perempuan.

“Komunitas ini penting agar kita sering bertemu dan berdiskusi membahas hal-hal yang relevan dengan kehidupan kita. Kegiatan literasi ini juga mendukung perempuan agar semakin berdaya,” ungkapnya.

Baca Juga:

Buku yang dibedah dalam kegiatan ini, berisi tulisan 46 perempuan yang terlibat aktif pada gerakan mahasiswa dan buruh serta petani sebelum dan pasca reformasi 1998, yang diluncurkan pada 8 Maret 2024, bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD). Diskusi ini sekaligus menjadi pemanasan menjelang peringatan 8 Maret mendatang, di mana Arus Aksara Perempuan juga tengah menyiapkan berbagai konten edukatif untuk media sosial guna memperluas pemahaman tentang sejarah dan pentingnya IWD.

Konsep diskusi BACA BERIZIK dirancang interaktif. Peserta bergiliran membaca dan berhenti pada bagian tertentu untuk didiskusikan bersama, dengan moderator berperan sebagai “wasit” yang mengarahkan jalannya dialog. Metode ini diharapkan mampu melatih peserta memahami bacaan secara mendalam sebelum menyampaikan pendapat.

Melalui BACA BERIZIK, literasi tidak lagi dipandang sebagai aktivitas sunyi, melainkan ruang riang dan kritis untuk membangun kesadaran bersama. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangkitkan generasi muda yang berpikir tajam, peduli, dan berdaya.(Kgs M Haikal M)

Editor: Nila Ertina

Related Stories