Banjir di Kawasan KM 9, Hambat Aktivitas Warga

Pemilik gerobak dagangan mendorong gerobak untuk pindah ke tempat yang tidak banjir (Foto WongKito.co/Magang/Echa Cahya Zahira)

PALEMBANG, WongKito.co — Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang pada  Rabu sore menyebabkan banjir di kawasan KM 9. Genangan air terlihat cukup tinggi hingga merendam badan jalan dan mengganggu aktivitas warga serta pengendara yang melintas, Rabu (22/04/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, air menggenangi area sekitar pertokoan dan lapak pedagang kaki lima. Sejumlah kendaraan, terutama sepeda motor, tampak kesulitan melintas akibat tingginya genangan yang mencapai hampir setengah roda. Beberapa pengendara bahkan memilih berhenti untuk menunggu air surut.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah warga terlihat berteduh di bawah kios dan bangunan sekitar untuk menghindari hujan deras sekaligus banjir yang datang dengan cepat. Aktivitas jual beli pun terhambat karena air masuk hingga ke area lapak.

Baca Juga:

Salah seorang warga yang sedang berteduh, Rina (34), mengatakan bahwa banjir di kawasan KM 9 bukanlah hal baru.

“Kalau hujan deras memang sering begini, air cepat naik. Tadi saya lagi di jalan, terpaksa berhenti dan berteduh di sini,” ujarnya.

Banjir di kawsan Sukawinata Palembang. Foto Joka Munir

Hal yang sama disampaikan oleh Andi (29), warga lainnya yang juga berteduh di dekat lapak pedagang. Ia mengaku sudah terbiasa dengan kondisi tersebut, meski tetap mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Sudah sering kejadian, apalagi kalau hujan lama. Drainase di sini kayaknya nggak mampu nampung air, jadi langsung meluap ke jalan,” katanya.

Sementara itu, beberapa pedagang memilih menutup lapaknya untuk menghindari kerugian lebih besar akibat genangan air. Mereka berharap ada penanganan serius dari pihak terkait agar banjir tidak terus berulang di kawasan tersebut.

Baca Juga:

Tak hanya kawasan KM 9 yang banjir, sejumlah ruas jalan juga tergenang, seperti sebagian Jalan Sudirman, terutama di Simpang Polda Sumsel dan Jalan Basuki Rahmat.

Pemukiman warga pun tak ketinggalan banjir, seperti di Kawasan Sekip dan Sukawinatan.

Mina (47) warga Sekip mengakui sudah dua hari kebanjiran.

"Hujan deras berturut-turut membuat rumah kami banjir," kata dia.(Magang/Echa Cahaya Zahira)


Related Stories