Bitfront Berhenti Beroperasi, ini Penjelasannya

ilustrasi (ist)

JAKARTA - Bitfront, bisnis transaksi mata uang kripto (Cryptocurrency) yang didukung oleh LINE Corp menyatakan berhenti beroperasi dalam beberapa bulan.

Kekinian,  perusahaan telah menangguhkan pendaftaran baru dan pembayaran kartu kreditnya. Hal ini menjadi upaya untuk mengatasi tantangan dalam industri yang sedang berkembang pesat.

"Namun, terlepas dari upaya tersebut, kami dengan menyesal memutuskan bahwa kami perlu menutup Bitfront untuk terus mengembangkan ekosistem blockchain LINE dan ekonomi token LINK," ujar keterangan perusahaan yang berbasis di California melansir reuters.

Baca Juga:

Bitfront mengatakan telah menangguhkan pendaftaran baru dan pembayaran kartu kredit pada 28 November, dan akan menangguhkan penarikan pada 31 Maret 2023. Perusahaan mengklarifikasi bahwa bunga untuk setoran yang dilakukan antara 5 Desember dan 11 Desember akan dibayarkan pada 13 Desember 2022.

Namun, penghentian Bitfront ini diklaim tidak terkait dengan masalah yang dihadapinya soal pertukaran Kripto yang dituduh melakukan pelanggaran.

Hal ini di tengah  FTX yang merupakan salah satu bursa mata uang kripto terbesar di dunia, kini menjadi subjek investigasi pihak berwenang atas "pelanggaran kriminal".

Perusahaan telah mengajukan kebangkrutan awal bulan ini, sementara pemberi pinjaman cryptocurrency BlockFi mengajukan perlindungan kebangkrutan pada hari Senin, 28 November 2022 dirugikan oleh paparan runtuhnya FTX.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Fakhri Rezy pada 29 Nov 2022 

Bagikan

Related Stories