BRI Sebut Turunnya Bunga Acuan BI Dorong Pemulihan Ekonomi

Kantor BRI Pusat

JAKARTA, WongKito.co – Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 3,75%, akan mendorong pemulihan ekonomi di tengah pandemi, kata Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto.

“Kami menyambut baik kebijakan tersebut,” ungkapnya Aestika dikutip TrenAsia.com, Selasa (24/11).

Seperti diketahui, akhir pekan lalu BI resmi menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) ke level 3,75%. Suku bunga tersebut turun sebesar 25 basis poin (bps) dari sebelumnya 4%. Begitu juga dengan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility, masing-masing juga turun 25 bps menjadi 3% dan 4,5%.

Aestika pun tak menampik, ke depan BRI tetap membuka peluang untuk menurunkan suku bunga kredit. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan besar penurunan biaya dana atas penghimpunan dana masyarakat. Selain itu, kondisi pasar juga menjadi faktor acuan.

Saat ini, meski suku bunga acuan BI kembali turun, memang bank tidak lantas menurunkan suku bunga kredit.

Adapun BRI memasang tingkat bunga kredit korporasi sebesar 9,95%. Untuk kredit ritel di kisaran 9,8% dan kredit mikro 16,75 %. Kemudian, tingkat bunga kredit konsumsi sebesar 9,9% untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan 12% untuk non-KPR.

Meskipun demikian, Aestika menyebut fokus perseroan saat ini bukan hanya penyaluran kredit. Menurutnya, hal terpenting adalah menumbuhkan demand dari masyarakat.

BRI, lanjutnya, tengah berupaya menyukseskan program stimulus yang digulirkan oleh pemerintah. Melalui dukungan penyaluran berbagai stimulus, ia yakin permintaan dari masyarakat akan muncul.

Dengan adanya permintaan tersebut, pihaknya optimistis dapat menjalankan bisnis lewat pemberian pinjaman kredit. Ia menyebutnya dengan istilah business follow stimulus.

Bagikan

Related Stories