Ragam
Cek 6 Cara Menghentikan Kecanduan Gula Secara Alami
JAKARTA, – Jika kamu mendapati bahwa mengemil camilan manis justru membuatmu menginginkan lebih banyak lagi, kamu tidak sendirian. Mengonsumsi banyak karbohidrat sederhana tanpa dukungan protein atau lemak dapat dengan cepat memuaskan rasa lapar dan memberi tubuhmu dorongan energi jangka pendek.
Tetapi hampir secepat itu pula kamu akan merasa lapar lagi dan menginginkan lebih banyak lagi. Bagaimana cara menghentikan keinginan mengonsumsi gula untuk selamanya?
Keinginan mengonsumsi gula dapat membuatmu memilih makanan dan minuman yang kurang sehat. Kamu dapat mengurangi keinginan tersebut dengan strategi seperti mengonsumsi lebih banyak protein dan serat, mendapatkan tidur yang berkualitas, dan menghindari diet terlalu ketat.
Baca juga:
- Intip Yuk Resep Roti Manis Isi Coklat
- Bank Sumsel Babel Hadirkan “Takjil in Ramadhan”
- Cerita Aini Caregiver Palembang, Motivasi dan Tantangan
Cara Menghentikan Kecanduan Gula Secara Alami
Dilansir dari Health, berikut cara menghentikan kecanduan gula secara alami:
1. Hindari Diet Ketat

Orang sering kali memilih diet yang terlalu ketat misalnya, diet rendah kalori atau menghilangkan banyak makanan, ketika mencoba menurunkan berat badan atau meningkatkan kesehatan mereka. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kekurangan makanan justru meningkatkan keinginan untuk makan.
Akibatnya, asupan gula lebih sulit dikendalikan. Maka dari itu, pilih pola makan yang fleksibel dan seimbang, sehingga kamu bisa menikmati camilan manis sesekali tanpa mengganggu kesehatan.
2. Menjaga Kadar Gula Darah Tetap Sehat
Menjaga kadar gula darah tetap stabil dapat mengurangi keinginan mengonsumsi gula. Ini terjadi karena keinginan mengonsumsi makanan manis kerap muncul ketika kadar gula darah sedang tidak stabil.
Saat kamu mengonsumsi gula atau karbohidrat olahan, kadar gula darah akan melonjak dengan cepat. Lonjakan ini memicu tubuh melepaskan insulin dalam jumlah besar untuk menurunkannya kembali.
Ketika kadar gula darah turun secara drastis, otak akan mengirimkan sinyal lapar sekaligus memunculkan dorongan kuat untuk mengonsumsi gula agar energi meningkat cepat.
3. Konsumsi Makanan yang Kaya Protein dan Serat
Protein dan serat membantu memperlambat pencernaan dan meningkatkan kadar hormon kenyang, seperti glucagon-like peptide 1 (GLP-1), cholecystokinin (CCK), dan peptide YY (kadar PYY). Mengonsumsi lebih banyak serat dan protein dapat membantumu merasa lebih kenyang, yang dapat mengurangi keinginan ngemil dan mengonsumsi gula.
4. Tidur yang Cukup

Tidur memainkan peran penting dalam pengaturan gula darah dan nafsu makan. Kurang tidur telah terbukti meningkatkan fluktuasi gula darah dan keinginan makan.
Sebuah studi yang dipublikasikan Multidisciplinary Digital Publishing Institute menemukan pengurangan waktu tidur hingga 33% dapat membuat seseorang merasa lebih lapar serta lebih terdorong mengonsumsi makanan manis, seperti cokelat.
Para ahli merekomendasikan agar orang dewasa tidur setidaknya tujuh jam setiap malam untuk kesehatan yang optimal.
5. Mengelola Stres
Tingkat stres yang tinggi dapat memengaruhi rasa lapar dan meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis. Ini terjadi karena makanan manis mampu memicu pelepasan hormon bahagia seperti serotonin dan dopamin, yang memberikan rasa nyaman sementara untuk meredakan dampak hormon stres.
Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dengan baik. Beberapa cara yang dapat dilakukan misalnya rutin berolahraga ringan, menerapkan pola makan sehat, serta memastikan waktu istirahat dan tidur yang cukup.
6. Hentikan Kebiasaan Tidak Sehat
Mengubah kebiasaan dan menggantinya dengan kebiasaan baru yang lebih sehat membutuhkan waktu, tetapi hal itu dapat membantu mengurangi asupan gula dan keinginan mengonsumsi makanan manis.
Jika kamu selalu mengonsumsi makanan penutup manis setelah makan malam, cobalah menggantinya dengan pilihan yang lebih bergizi, seperti buah segar atau beri yang diberi sedikit cokelat hitam.
Mulailah perlahan, hanya beberapa hari dalam seminggu, dan tingkatkan secara bertahap seiring pola baru ini menjadi lebih mudah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dibutuhkan hingga 254 hari agar suatu perilaku menjadi kebiasaan, jadi tetaplah konsisten dan cobalah untuk tidak frustrasi.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 21 Feb 2026

