BucuKito
Di Balik Tatapan Tika dan Linda, Pengalaman tak Terlupakan Bersama Gajah
LAHAT, WongKito.co – Hamparan langit biru, rimbunnya pepohonan, serta suara alam yang masih asri menyambut setiap langkah menuju Taman Isau-Isau di Kawasan Perangai, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
Di tempat inilah, ada delapan ekor gajah yang dijaga dan dirawat petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat di bawah BKSDA Sumatera Selatan, dua ekor di antaranya adalah gajah betina, Gajah Tika berusia 34 tahun dan Gajah Linda berusia 36 tahun, hidup berdampingan dan menjadi sahabat bagi para pengunjung.
Perjalanan dari Palembang, ke TWS Isau-Isau menempuh waktu setidaknya 5 jam, dengan kendaraan roda empat dari Kota Palembang.
Baca Juga:
- Meneropong Rantai Produksi dan Penguasa Bisnis Sawit Indonesia
- Lewat BRIncubator 2026, BRI Bantu UMKM Tingkatkan Daya Saing hingga Go Global
- Sinergi TPID Sumsel Tekan Harga di Tengah El Nino dan Tahun Ajaran Baru
Saya bersama kawan-kawan merasa beruntung karena sudah dua kali, bercengkerama dengan Gajah Sumatera atau Elephas maximus sumatranus nama ilmiahnya. Binatang dengan belalai dan badan besar ini masuk dalam subspesies gajah asia.
Sampai ke TWS Isau-Isau terasa sepadan perjalanan, saat memasuki area gajah, sosok gajah Sumatera berukuran besar mulai terlihat di tengah hijaunya hutan. Dari kejauhan, Tika tampak tenang menikmati sajian makan siangnya, pelepah kelapa yang disediakan oleh sang pawang.

Belalai panjangnya tampak agresif memilih makanan yang disajikan, apalagi ketika salah seorang kawan saya membawa sekarung kecil kulit durian. Pelepah kelapa digantikan kulit dan biji durian yang dinikmatinya sampai tak tersisa.
Baca Juga:
- BRI Akselerasi BRIvolution Reignite, Perkuat Peran Danantara di Ekonomi Nasional
- KKN UIN Raden Fatah Edukasi Cegah Bullying dan Pernikahan Dini
- Trimegah Perkuat Layanan Digital Lewat Pembaruan Aplikasi Investasi Trima+
Tika bukan sekadar satwa yang menjadi objek wisata.
Tatapan matanya yang lembut seolah memperlihatkan bahwa ia telah melewati perjalanan hidup yang panjang. Di usianya yang kini mencapai 34 tahun.
Tak hanya Tika, Gajah Linda juga sangat akrab dengan pengunjung taman wisata yang berada di kaki Bukit Selero tersebut, bagian dari gugusan Bukit Barisan Sumatera, yang kini mulai terancam eksploitasi batu bara . Namun, ketika kami berkunjung, Rabu siang (5/8/2026) Linda sedang bergantian dengan Gajah Tika menyambut wisatawan.(Senia Aprinia Sari)

