Gandeng Airbus, Dirgantara Indonesia Garap Bisnis MRO Senilai US$500 Juta

Ilustrasi (ist)

JAKARTA - PT Dirgantara Indonesia (DI) dan Airbus sepakat bekerja sama dalam peningkatan bisnis Aerostructure dan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). hal itu tertuang dalam nota kesepahaman yang disaksikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

 “Kerja sama ini, merupakan ekspandi kapasitas dalam kerangka kolaborasu global, sehingga diharapkan dapat lebih menunjukan kerja sama dua perusahaan sebagai langkah meningkatkan partisipasi industri kedirgantaraan Indonesia dalam rantai industri kedirgantaraan global,” kata Menteri Suharso, dikutip Rabu, 7 September 2022.

CEO PT DI Gita Amperiawan mengungkapkan, nota kesepahaman ini sangat strategis bagi PT DI, terutama dalam hal peningkatan peran dalam ekosistem industri. 

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan akan mendorong peningkatan kompetensi dan value bisnis Aerostructure PT Dirgantara Indonesia yang diestimasikan dapat mencapai US$500 juta dalam 10 tahun ke depan. Dengan kerja sama ini, PT Dirgantara Indonesia diharapkan dapat meningkatkan perannya dalam mengembangkan ekosistem industri dalam negeri,” ujar dia.

Baca Juga:

Melalui produksi pesawat N219, PT DI membidik peningkatan kontribusi dalam upaya memperluas konektivitas serta aksesibilitas, baik antara kota besar dan kecil, maupun antar kota kecil. 

N219 dirancang untuk dapat memenuhi kebutuhan operasi di karakteristik wilayah yang merupakan daerah dengan elevasi tinggi, takeoff and landing pada landasan pendek, waktu operasi bandara yang singkat, cuaca yang sulit diprediksi, fasilitas bandara terbatas, dan wilayah dengan kondisi geografis di pegunungan yang selama ini sulit dijangkau.

Pesawat N219 juga telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri sebesar 44,69 persen, sesuai Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 

Ditambahkan, sebagai bekal menghadapi persaingan pasar global, pesawat N219 juga telah mengantongi sertifikasi dari Kementerian Perindustrian. 

“PT DI dan Airbus sepakat, bagaimana kita menguatkan kerja sama strategis. Tidak hanya menempatkan Indonesia sebagai pasar, tetapi juga bagaimana PTDI secara signifikan turut menjadi pelaku industri penerbangan,” tambah Gita.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Yosi Winosa pada 07 Sep 2022 

Bagikan

Related Stories