Ekonomi dan UMKM
Genjot Pendapatan Minuman Herbal Indonesia, Siap Diekspor ke China hingga Afrika
JAKARTA - Guna mengenjot pendapatan perusahaan, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) akan memperluas pasar ekspor ke China dan dua negara di Afrika yakni Ghana dan Kenya.
Direktur Keuangan Sido Muncul Leonard mengatakan menargetkan penambahan 140.000 wholesaler dan retailer pada sisa tahun ini.
"Jadi kita mau mendorong ketersediaan barang kita terutama di level grosir retailer karena salah satunya banyak consumer goods yang menaikkan harganya di kuartal kedua," kata Leonard dalam acara Public Expose, Jumat, 16 September 2022.
Baca Juga:
- Jadi Raja Kaya Raya, Simak Asal Kekayaan Charles III
- Bisnis Kakao dan Cokelat Barry Callebaut Terus Berkembang, ini Penjelasannya
- Ultra Voucher Cetak Laba Bersih Naik 192%
Selain itu, Leonard juga menambahkan, ada peluang untuk memanfaatkan online channel. Menurutnya, penjualan di online channel benefitnya lebih besar serta menghasilkan profitabilitas yang tinggi.
"Terlebih juga kita jadi punya knowledge master data dari customer kita," ujar Leonard.
Ia menyatakan pada bulan ini SIDO akan meluncurkan produk baru.
"Sekarang ini sedang proses, hopefully bisa kasih kontribusi untuk perseroan," kata dia lagi.
Pada kesempatan yang sama, Investor Relation Manager SIDO Billy Utama mengaku optimistis dengan bisnis herbal yang masih punya potensi di masa yang akan datang.
Menurutnya, berdasarkan data industri pasar jamu dan suplemen, segmen ini masih memiliki potensi yang tumbuh dengan rata-rata dua digit hingga lima tahun mendatang.
"Hal ini sejalan dengan kesadaran masyarakat yang lebih peduli terkait kesehatan mereka," ucap Billy.
Kinerja Semester I-2022
Sido Muncul mencatatkan penjualan sebesar Rp 1,61 triliun pada periode Januari-Juni 2022. Jumlah ini turun 2,6% dari perolehan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,65 triliun.
Penjualan tersebut didapatkan dari penjualan jamu herbal dan suplemen sebesar Rp988,73 miliar hingga Juni 2022, atau turun 6,85% dari sebelumnya Rp 1,06 triliun.
Baca Juga:
- Intip Yuk, New Xpander Cross Miliki Banyak Keunggulan
- Senin Ceria, Yuk Masak Ayam Goreng Ungkep Santan ala Rudy Choirudin
- Penjualan Daihatsu Hingga Agustus 2022 Tembus 123 Ribu Unit
Kemudian, segmen penjualan makanan dan minuman Rp544,82 miliar (naik 3,53%), serta pendapatan dari farmasi Rp 78,55 miliar.
Dari sisi beban pokok penjualan SIDO tercatat naik menjadi Rp757,61 miliar, dari Rp724,71 miliar di periode Januari sampai Juni 2021.
Untuk itu, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp445,59 miliar sepanjang semester I-2022. Jumlah ini turun dari laba bersih perseroan semester I-2021 senilai Rp502 miliar.
Meski kinerja SIDO melambat, namun perusahaan optimistis akan membukukan kinerja positif pada semester II-2022 dengan perluasan pasar ekspor tersebut.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Feby Dwi Andrian pada 17 Sep 2022