Hujan dan Banjir: Pedagang Kaki Lima Palembang Merugi

Hujan dan Banjir: Pedagang Kaki Lima Palembang Merugi (Foto WongKito.co/Magang/Siti Sundari)

PALEMBANG, WongKito.co - Imbas dari intensitas hujan deras di sebagian besar wilayah Palembang beberapa waktu belakangan ini, menyebabkan pedagang kaki lima mengeluhkan sepi pelanggan sehingga merugi.

Bahkan Rabu (7/4/2026), BMKG memperingatkan sebagian besar wilayah Sumatera Selatan akan dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir.

Pedagang kaki lima di Jalan Sekip Bendung, kota Palembang yang mengeluhkan penurunan pembeli dikarenakan cuaca buruk akhir-akhir ini.

Baca Juga:

Salah seorang pedagang ayam geprek, Elta bercerita buka sejak jam 8 pagi, meskipun pendapatannya memang kadang tidak menentu, namun cuaca hujan ini biasanya akan membuat pembeli lebih sepi.  

"Di sini juga suka banjir, pembeli jadi malas datang," ujarnya.

Dia mengungkapkan hujan dinilai membuat orang-orang lebih malas keluar, dan hujan yang terjadi setiap sore hari membuat para pedagang yang biasanya berjualan pada jam itu terpaksa harus libur atau menanggung risiko sepi pelanggan.

Jam operasional mempengaruhi jumlah pelanggan apalagi di musim cuaca buruk saat ini, kata dia lagi.

Sementara Ningsih, penjual gorengan mengungkapkan menyiasati berdagang lebih pagi, karena hujan biasanya turun sore.

"Kalau bukanya sore, mungkin tidak akan habis," ungkapnya.

Di sisi lain sebagai pedagang, ia menegaskan akan terus berjualan sampai gorengan habis.

Baca Juga:

Karena itu, meskipun hujan tetap berjualan, tambah dia.

Penurunan omzet akibat kondisi ini juga dirasakan oleh pedagang telur gulung, Arnika mengaku berjualan sejak jam 3 sore hingga 10 malam. Namun, pendapatan pada hari biasa akan lebih tinggi. Jam operasionalnya setiap sore yang sering kali berbarengan dengan hujan menjadi penyebabnya.  

“Banjir membuat sulit lewat, tidak bisa dagang, akhirnya sering libur dan merugi,” ujar Arnika yang enggan menyebutkan kerugiannya.(Magang/Siti Sundari)


Related Stories