Januari 2022, Nilai Ekspor Sumsel Turun 27,99 Persen

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sumsel, Sukerik (Sumber BPS Sumsel)

PALEMBANG, WongKito.co, - Nilai ekspor Sumatera Selatan pada Januari 2022 mencapai US$355,12 juta atau mengalami penurunan 27,99 persen dibanding ekspor Desember 2021.

Bila dibandingkan Januari 2021 nilai ekspor turun sebesar 9,87 persen, kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi, Sukerik di Palembang, Selasa.

Menurut dia, untuk ekspor nonmigas Januari 2021 mencapai US$345,18 juta, turun 30,01 persen dibanding Desember 2021. Dibanding Januari 2021 ekspor nonmigas turun sebesar 10,84 persen.

Baca Juga :

Penurunan ekspor nonmigas terbesar terjadi pada bahan bakar mineral (batubara dan lignit) sebesar US$131,25 juta (67,47 persen), sedangkan peningkatan terbesar ekspor nonmigas Januari 2022 terhadap Desember 2021 terjadi pada bahan lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$3,36 juta (38,94 persen), katanya.

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari 2022 turun 5,22 persen diabanding bulan yang sama tahun 2021, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 30,43 persen. Sementara ekspor hasil pertanian naik 41,98 persen.

Ia mengatakan, ekspor Januari 2022 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$111,61 juta, disusul ke Amerika Serikat US$48,09 juta dan ke Jepang US$31,32 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 53,79 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$53,39 juta dan US$50,66 juta.

Sementara lanjutnya, untuk nilai impor Sumatera Selatan Januari 2022 mencapai US$84,07 juta, turun 33,65 persen dibandingkan Desember 2021 dan turun 18,51 persen dibandingkan Januari 2021.

Impor migas Januari 2022 senilai US$16,04 juta, naik 44,21 persen dibandingkan Desember 2021 dan naik 1.583,09 persen dibandingkan Januari 2021.

Impor nonmigas Januari 2022 senilai US$68,03 juta, turun 41,15 persen dibandingkan Desember 2021 dan turun 33,44 persen dibandingkan Januari 2021, ujarnya.

Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar Januari 2022 dibandingkan Desember 2021 adalah mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya yang turun sebesar US$21,24 juta (45,09 persen). Sedangkan peningkatan terbesar adalah bahan kimia anorganik yang naik US$1,07 juta (877,57 persen).

Tiga negara pemasok barang impor terbesar Januari 2022 adalah Tiongkok US$25,18 juta (29,95 persen), Singapura US$16,32 juta (19,42 persen), dan Malaysia US$7,53 juta (8,96 persen). Impor dari ASEAN US$43,64 juta (51,91 persen) dan Uni Eropa US$1,83 juta (2,18 persen), katanya. (Usi)

Bagikan
Redaksi Wongkito

Redaksi Wongkito

Lihat semua artikel

Related Stories