Jelang Mudik Lebaran, Stok BBM dan Harga Diklaim Terkendali

Nampak pelanggan tengah melakukan pengisian BBM jenis Pertamax di sebuah SPBU kawasan Kebun Jeruk Jakarta Barat. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, WongKito.co - Pemerintah memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang bulan suci Ramadan, hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pernyataan itu disampaikan menjelang masa puncak mobilitas masyarakat, termasuk arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad menyatakan, Pertamina sebagai BUMN di bidang energi akan terus mengupayakan berbagai strategi agar ketersediaan cadangan BBM tetap aman dan berkesinambungan.

"Tetapi harus diingat bahwa seperti reguler dilakukan, saat ini pun Pertamina tentu melakukan langkah-langkah penstabilan pasokan guna menjaga level cadangan," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menekankan bahwa masyarakat tidak perlu merasa cemas terhadap posisi cadangan BBM nasional yang saat ini berada di kisaran 20 hari. Menurutnya, persediaan tersebut hanya akan terkuras apabila dalam rentang waktu itu tidak ada suplai tambahan atau pengaturan distribusi yang dilakukan.                

Tauhid menambahkan, level cadangan BBM tersebut masih sejalan dengan regulasi yang berlaku. Berdasarkan laporan Desember 2025, Menteri ESDM menyampaikan bahwa mayoritas jenis BBM di Indonesia memiliki cadangan di atas batas minimum yang ditetapkan, yakni sekitar 19 hingga 31 hari, tergantung pada jenis produknya.

Dengan persiapan stok serta penetapan harga BBM yang stabil, serta jaminan cadangan energi yang berkelanjutan, pemerintah berupaya mencegah gejolak pasokan dan menjaga stabilitas harga BBM menjelang Ramadan hingga puncak arus mudik Lebaran 2026.

Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan tenang bagi masyarakat dalam menyambut hari besar keagamaan dan meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan, harga BBM tidak akan naik hingga perayaan Hari Raya Idulfitri.

"Harga untuk BBM untuk subsidi saya pastikan bahwa sampai hari raya tidak ada kenaikan apa-apa meskipun ada kenaikan harga minyak karena perang Israel, Amerika, dan Iran," ujar Bahlil, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menyampaikan, khusus untuk BBM bersubsidi, pemerintah memastikan tidak ada penyesuaian harga sampai Lebaran. Menurutnya, fluktuasi harga minyak dunia akibat konflik di sejumlah kawasan tidak akan memengaruhi harga BBM subsidi di dalam negeri, setidaknya hingga momen Idulfitri.

Sementara itu, untuk BBM non-subsidi, Bahlil menjelaskan, penentuan harga tetap mengacu pada mekanisme pasar. Dengan demikian, perubahan harga masih dimungkinkan terjadi apabila terdapat penyesuaian mengikuti perkembangan harga global.

Terkait pasokan, ia menambahkan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif. Berdasarkan hasil rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN), persediaan BBM dan LPG dipastikan berada dalam kondisi aman menjelang hari raya.

Tulisan ini telah tayang di TrenAsia.com, jejaring media WongKito.co, pada 6 Maret 2026.

Editor: Redaksi Wongkito
Bagikan
Redaksi Wongkito

Redaksi Wongkito

Lihat semua artikel

Related Stories