Kemenperin Sebut 35 Pabrikan Otomotif Siap Produksi, Target 2 Juta Sepeda Motor Listrik

Kemenperin Kejar Target 2 Juta Produksi Kendaraan Listrik, Keseragama Baterai Jadi Prioritas (trenasia.com)

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong industri kendaraan listrik di tanah air melalui percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dengan target sebanyak dua juta sepeda motor listrik di Indonesia.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, hal ini sejalan dengan tren dunia yang sudah bergerak ke arah penggunaan kendaraan yang hemat energi dan ramah lingkungan.

“Pemerintah terus melakukan pendalaman terkait dengan industri kendaraan electric vehicle, baik itu untuk kendaraan roda empat maupun roda dua. Khusus untuk roda dua, ada target dari Bapak Presiden dalam waktu yang sesingkat-singkatnya bisa segera memproduksi dua juta unit,” kata Agus Gumiwang berapa waktu lalu.

Baca Juga :

Peningkatan populasi electric vehicle, pemerintah telah mengeluarkan berbagai regulasi, salah satunya Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Tak ketinggalan, Kemenperin juga terus mendorong peningkatan nilai tambah produk di dalam negeri, melalui Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk sepeda motor listrik berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6 tahun 2022 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan, dan Ketentuan Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle).

Langkah ini sebagai awal dan komitmen keseriusan pemerintah dalam menggarap kendaraan listrik dan mendorong energi yang ramah lingkungan. Menperin optimis target tersebut dapat dicapai. karena hingga saat ini telah ada 35 pabrikan otomotif yang siap memproduksi sepeda motor listrik dengan kapasitas satu juta unit kendaraan per tahun dan ditargetkan meningkat hingga dua juta unit hingga tahun depan.

Selain mempersiapkan produksi, Kemenperin juga mempersiapkan satu standar baterai yang sama. Hal ini dilakukan agar  penggunaan charging station dan swap battery akan bisa lebih mudah.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Debrinata Rizky pada 06 Oct 2022 

Bagikan

Related Stories