Kontrak Baru Capai Rp40,3 Triliun, Indonesia dan Tiongkok Teken Kontrak CPO dan Perikanan

Indonesia dan Tiongkok Teken Kontrak CPO dan Perikanan, Capai Rp40,3 Triliun (null)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan merealisasikan kerja sama yang dibangun dari hasil pertemuan Presiden Joko Widodo dan Presiden Xi Jinping pada Juli 2022. Dalam kesempatan yang ini, terjadi kontrak baru senilai US$2,6 miliar atau setara dengan Rp40,3 triliun (kurs Rp15,500 dolar AS).

Hal ini dibuktikan dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman kerja sama perdagangan dan kontrak dagang antara asosiasi dan pelaku usaha Indonesia juga Tiongkok. Adapun produknya berupa minyak kelapa sawit (CPO) dan perikanan.

"Acara penandatanganan hari ini merupakan bentuk realisasi tindak lanjut pertemuan bilateral pimpinan kedua negara pada akhir bulan Juli lalu terkait dengan komitmen pembelian Tiongkok atas 1 juta ton CPO serta produk pertanian dan perikanan Indonesia," ujar Mendag Zulkifli Hasan dalam keterangannya pada Jumat, 11 November 2022.

Baca Juga :

Di saat yang bersamaan juga dilakukan penandatanganan 16 kontrak dagang pembelian 2,5 juta ton produk CPO dan turunannya asal Indonesia dengan nilai US$2,6 miliar atau setara dengan Rp40,5 triliun.

Penandatangan ini dilakukan oleh 9 pelaku usaha Indonesia dengan 13 buyers Tiongkok binaan CFNA. Kegiatan penandatanganan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Trade Expo Indonesia ke-37.

Mendag menambahkan, unruk pembelian CPO dan produk turunannya oleh Tiongkok tidak akan mengganggu stok bahan baku minyak goreng di dalam negeri sehingga kebutuhan minyak goreng tetap terpenuhi.

Adapun pemenuhan regulasi dalam negeri tetap diberlakukan. Skema Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) bagi produsen minyak goreng dan industri CPO tetap dipertahankan untuk menjamin suplai bahan baku minyak goreng tetap stabil.

Sebelumnya pada Januari hingga Agustus 2022 ekspor produk kelapa sawit dan turunannya Indonesia ke Tiongkok mencapai US$3,6 miliar atau setara dengan Rp55,7 triliun.

Berdasarkan data Badan Pusat statistik (BPS) yang diolah Kementerian Perdagangan, volume ekspor produk kelapa sawit dan turunannya dari Indonesia ke Tiongkok pada 2021 mencapai 6,6 juta ton.

Nilai ini meningkat 14,17% dari tahun sebelumnya. Pada 2021 nilai ekspor produk kelapa sawit Indonesia ke Tiongkok mencapai US$6,06 miliar atau setara dengan Rp93,9 triliun, melonjak 82,87% dari tahun sebelumnya.

Kemendag mengungkap kenaikan ini disebabkan meningkatnya harga komoditas CPO dunia dalam setahun terakhir.Sementara untuk produk perikanan pada periode Januari hingga Agustus 2022 nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke Tiongkok mencapai US$687,04 juta atau setara dengan Rp10,6 triliun.

Nilai tersebut meningkat 33% dari periode sama tahun sebelumnya. Sementara pada 2021, ekspor produk perikanan Indonesia ke Tiongkok mencapai 424,67 ribu ton dengan nilai sebesar US$879,24 juta atau Rp13,6 triliun.

Total perdagangan Indonesia dan Tiongkok pada 2021 mencapai US$109,99 miliar atau 1,7 kuadriliun, atau tumbuh 54% dibandingkan 2020. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Tiongkok yaitu batu bara, besi baja, kelapa sawit, bubur kayu, serta produk kimia.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Debrinata Rizky pada 12 Nov 2022 

Bagikan

Related Stories