Lelang Wakaf Berhasil Himpun Dana Rp30,32 Miliar

ilustrasi

JAKARTA, WongKito.co - Lelang wakaf pada 6-7 Oktober 2020 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) berhasil menghimpun dana sampai Rp30,32 miliar.

“Acara lelang wakaf dilaksanakan untuk mendorong partisipasi publik dalam berwakaf,” ungkap Deputi Gubernur BI Sugeng dalam keterangan tertulis yang dikutip TrenAsia.com, Jumat (9/10).

Menurutnya, untuk mengoptimalkan wakaf di Indonesia, hal utama yang perlu didorong adalah literasi dan perubahan pola pikir masyarakat. Pemahaman terkait waqaf secara keseluruhan dinilai penting dalam upaya mengoptimalkan pengembangan aset produktif.

Sebagai contoh, salah satu implementasi pengelolaan wakaf produktif dari wakaf linked Sukuk telah mencapai Rp51 milar.

“Masyarakat harus ditanamkan pengetahuan bahwa wakaf tidak hanya tanah dengan peruntukan terbatas, melainkan bisa bermacam-macam bentuk tunai lainnya,” kata Sugeng.

Selain itu, produk wakaf mesti dilakukan inovasi agar menjadi social commercial financing. Salah satu upayanya, saat ini BI bersama Kementerian Keuangan dan BWI telah meluncurkan cash waaf linked sukuk (CWLS).

Kemudian, ekosistem rantai nilai halal atau halal value chain, lanjutnya, perlu diperkuat sebagai objek wakaf produktif dan kredibel. Hal itu dapat dilakukan melalui pesantren maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis syariah.

Sugeng menambahkan, transparansi dalam keseluruhan proses wakaf mulai dari penyaluran dari wakif kepada nazhir, juga harus diperhatikan penggunaannya. “Penggunaan diberikan untuk sektor produktif,” katanya.

Terakhir, digitalisasi dalam mekanisme penyaluran wakaf, baik untuk tujuan sosial maupun integrasi didorong lewat pemanfaatan QRIS (QR Code Indonesian Standard).

 

Bagikan

Related Stories