Ragam
LPDS Luncurkan e-Learning UKW dan Buku Tokoh Perempuan Pers Indonesia
JAKARTA, WongKito.co — Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) meluncurkan platform e-Learning Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan buku Jejak Zaman: Nilai Jurnalisme Lima Tokoh Perempuan Pers Indonesia, sekaligus menggelar diskusi bertajuk "Jejak Perempuan dalam Pers Indonesia: Perempuan, Pers, dan Warisan Jurnalisme Indonesia" dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 LPDS di Balai Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Direktur Eksekutif LPDS, Kristanto Hartadi, mengatakan peluncuran e-Learning UKW merupakan upaya mendukung peningkatan kompetensi wartawan di tengah tantangan industri pers saat ini.
Menurutnya, LPDS merupakan salah satu konseptor Uji Kompetensi Wartawan. Karena itu, kehadiran platform digital tersebut diharapkan dapat menjadi sarana belajar bagi wartawan sebelum mengikuti uji kompetensi.
"Dengan kondisi pers saat ini, kami meluncurkan e-Learning yang berisi materi-materi kompetensi agar wartawan dapat memahami materi ketika mengikuti uji kompetensi," ujar Kristanto.
Baca Juga:
- Film Jalan Pulang Ajak Generasi Muda Menemukan Makna Kebaya
- BRI Peduli Perkuat Pendidikan Karakter Anak pada Hari Anak Nasional 2026
- BAZNAS Palembang Bagikan 200 Paket Daging untuk Warga Sukarami
Selain meluncurkan platform pembelajaran digital, LPDS juga memperkenalkan buku Jejak Zaman: Nilai Jurnalisme Lima Tokoh Perempuan Pers Indonesia yang mengangkat kiprah lima tokoh perempuan dalam sejarah pers nasional. Buku tersebut diterbitkan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi perempuan dalam perkembangan jurnalisme Indonesia.
Anggota Dewan Pers periode 2025–2028, Dra. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si., menyambut baik peluncuran buku tersebut. Menurutnya, buku yang mengangkat sejarah perempuan dalam pers Indonesia sangat dibutuhkan karena selama ini sejarah pers lebih banyak menyoroti tokoh laki-laki.
"Kami rasa buku ini dibutuhkan karena sejarah pers perempuan jarang diungkapkan. Saat ini sejarah pers di Indonesia kebanyakan mengangkat cerita tokoh laki-laki. Karena itu, saya mengapresiasi LPDS yang sudah mengangkat cerita perempuan," kata Niken.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori oleh Pengajar LPDS, Maria D. Andriana, menghadirkan Niken Widiastuti dan wartawan senior Oscar Motuloh sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Niken menyoroti pentingnya mengangkat kembali sejarah tokoh-tokoh perempuan dalam dunia pers yang selama ini kurang mendapat perhatian, salah satunya Rohana Kudus.
Ia menilai sejarah perjuangan perempuan di bidang jurnalistik perlu terus dipelajari agar kontribusi mereka tidak terlupakan.
Selain itu, Niken juga membahas berbagai tantangan yang masih dihadapi jurnalis perempuan, mulai dari tekanan budaya dan adat, diskriminasi, hingga minimnya akses terhadap sumber daya.
"Kita sebagai pers perempuan harus meningkatkan kepercayaan diri dan meningkatkan kualitas diri agar tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi," ujarnya.
Sementara itu, wartawan senior Oscar Motuloh mengulas perjalanan Gadis Rasid sebagai sosok perempuan pers yang menunjukkan ketangguhan sebagai jurnalis pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia tahun 1945.
Melalui peluncuran e-Learning UKW, penerbitan buku Jejak Zaman: Nilai Jurnalisme Lima Tokoh Perempuan Pers Indonesia, dan diskusi mengenai jejak perempuan dalam pers Indonesia, LPDS berharap dapat memperkuat kompetensi wartawan sekaligus mendorong pengakuan yang lebih besar terhadap kontribusi perempuan dalam perkembangan jurnalisme nasional.
Rangkaian peringatan HUT ke-38 LPDS ditutup dengan penampilan Musik Angklung Srikandi yang menghibur para peserta setelah peluncuran e-Learning UKW, peluncuran buku, dan diskusi mengenai jejak perempuan dalam dunia pers.(Aisha Jingga Kinaya)

