BucuKito
Mahasiswa Kelompok 32 PBL FKM Unsri Edukasi Pengelolaan Sampah Berkah
SEBAGAI bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 6; Air Bersih dan Sanitasi Layak dan Tujuan 12; Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, mahasiswa Kelompok 32 PBL, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (Unsri) melaksanakan program kerja Sampah Jadi Berkah.
Ketua Kelompok 32 PBL, FKM Unsri, Muhammad Fachri Saigantha mengatakan program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara tepat.
Sebagai langkah, mengurangi pencemaran lingkungan, serta mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna, kata Fachri, belum lama ini.
Baca Juga:
- Tertinggi di Muara Enim, Juni 2026 Inflasi Sumsel 2,89 Persen
- Cek ini Harga BBM Pertamina Juli 2026
- Ramai Pidatomology: Simak Analisa Soal Korelasi Pidato Pemimpin dan Pasar Saham
Ia menjelaskan bersama kawan satu kelompok yaitu Sari Eqi Cantika, Sekar Ningrum, Putri Aisyah Carolin, Medianti Maharani, Nurul Marcellina, Rasty Anindia Putri, Arina Nurul Izzah, Nisa Auliya, Azzahra Nur Lizita dan Nurmalia Putri.
"Kegiatan kami di Desa Rantau Panjang Ilir, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir," kata dia lagi.
Dia menambahkan, kegiatan PBL merupakan pembelajaran lapangan yang bertujuan mengaplikasikan ilmu kesehatan masyarakat melalui identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program intervensi kesehatan bersama masyarakat.

Kegiatan mahasiswa Kelompok 32 PBL FKM Universitas Sriwijaya dilaksanakan selama 30 hari, mulai 3 Juni hingga 2 Juli 2026. Salah satu program kerja yang dilaksanakan adalah Sampah Jadi Berkah, yang berfokus pada peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga.
Program ini dilaksanakan pada Rabu, 10 Juni 2026 di Desa Rantau Panjang Ilir dan berkolaborasi dengan Program Keluarga Harapan (PKH) yang didampingi oleh Ibu Erni Puspita Sari. Kegiatan diikuti oleh masyarakat Desa Rantau Panjang Ilir dan dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi dan sesi sore, untuk mengakomodasi tingginya antusiasme peserta.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test, dilanjutkan penyampaian materi menggunakan leaflet mengenai pengelolaan sampah, waktu penguraian berbagai jenis sampah, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), label pangan, serta pemanfaatan minyak jelantah.
Baca Juga:
- Pentas Musik dan Budaya Meriahkan HUT ke-9 Kawan Lamo Galo Palembang
- Budaya Kerja Asal Selesai jadi Ancaman Kualitas Organisasi
- Liburan Kilat ke Luar Negeri Kian Digemari Warga RI
Kegiatan juga dilengkapi dengan demonstrasi pembuatan sabun dari minyak jelantah sebagai bentuk pemanfaatan limbah rumah tangga yang lebih bermanfaat dan ramah lingkungan.
Di akhir kegiatan, peserta mengikuti post-test sebagai evaluasi peningkatan pengetahuan, menerima sabun hasil olahan minyak jelantah dan bibit sayuran, serta dilakukan pemasangan papan edukasi mengenai waktu penguraian sampah di depan Kantor Desa Rantau Panjang Ilir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik, mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan, tambah dia.(*)

