Ragam
Menelusuri Menteri Asal Palembang yang Juga Pendiri FK Unsri
PALEMBANG, WongKito.co - Meskipun sudah lama mungkin masyarakat Sumatera Selatan masih mengingat sejumlah menteri asal daerah penghasil minyak dan gas bumi ini, seperti Hatta Rajasa yang mulai tahun 2001 menjabat Menteri Riset dan Teknologi pada saat Presiden Megawati Soekarno Putri. Hingga massa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menteri asal Desa Jejawi, Ogan Komering Ilir ini melakoni sejumlah jabatan menteri.
Kekinian, pada Kabinet Indonesia Maju, Presiden Joko Widodo dah Wapres Ma'ruf Amin salah satu menterinya yang juga mantan Kapolri berasal dari Sumatera Selatan, Menteri Tito Karnavian yang lahir dan besar di Kota Palembang.
Sebenarnya, kalau mau ditelisik ada sejumlah menteri dan pejabat setara menteri lain yang berasal dari Sumatera Selatan.
Salah seorang pemuda yang diberi kepercayaan menjabat Menteri Kesehatan sejak tahun 1953 adalah seorang dokter keturunan Tionghoa asal Kota Palembang, dr Mohammad Ali alias Lie Kiat Teng. Berdasarkan, sejumlah dokumen otentik yang ditelusuri WongKito.co surat pengangkatan dan penghargaan masih tersimpan rapi oleh anak Menkes di era Presiden dan Wakil Presiden Sukarno-Hatta.
Salah seorang anak Menkes Mohammad Ali, Dolli Kusuma Jaya (60) mengatakan sampai kini semua dokumen terkait orang tuanya tersebut masih disimpan.
"Kiprah orang tua di masa orde lama di bawah pimpinan Presiden Sukarno tersebut tentunya menjadi tauladan anak-anak dan cucu," katanya berkisah, Rabu (7/7/2021).

Dia mengungkapkan banyak bukti otentik yang menyebutkan peran ayahnya tersebut di masa orde lama sampai orde baru.
"Bukan hanya surat pengangkatan saat menjadi Menteri Kesehatan, sejumlah penghargaan diantaranya dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya juga masih tersimpan," ujarnya.
Dokumen otentik penunjukan Menteri Kesehatan dr Mohammad Ali, pada 1 September 1953 ditandatangani oleh Presiden Sukarno.
Surat berikutnya, diputuskan dan ditetapkan di Jakarta pada 12 Oktober 1953, ditandatangani Wakil Presiden Mohammad Hatta dan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo.
Selanjutnya, pada tahun 1955 kembali diputuskan oleh wakil presiden dan perdana menteri, dengan surat Nomor 122 tahun 1955 yang berisi menerima kembali mandat kabinet Ali Sastroamidjojo, dr Mohammad Ali ditetapkan sebagai Menteri Kesehatan dengan ketentuan bahwa para menteri tersebut meneruskan pekerjaannya, sebagai kabinet demisioner sampai pekerjaan itu diserahkan kepada kabinet yang akan dibentuk.
Keputusan ini mulai berlaku pada hari ditetapkan, ditetapkan di Jakarta pada tanggal 24 Juli 1955.
Kemudian pada keputusan Wapres RI Nomor 140 Tahun 1955, Kabinet Ali Sastroamidjojo memberhentikan Menteri Kesehatan dr Mohammad Ali dengan ucapan terimaksih atas jasa-jasanya terhadap negara
keputusan ini mulai berlaku, pada tanggal 12 Agustus 1955 yang ditetapkan di Jakarta, 11 Agustus 1955.
Meskipun tidak lagi menjabat Menteri Kesehatan, dr Mohammad Ali masih terus melakukan sejumlah program yang hingga kini dirasakan masyarakat di Sumatera Selatan dan Indonesia. Hal itu, dibuktikan dengan penghargaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang yang diterbitkan pada tahun 1979.
Surat tersebut berisi pernyataaan penghargaan dan terimakasih sebesar-besarnya kepada dr M.Ali (Lie Kiat Teng) atas dedikasinya sebagai pendiri Fakultas Kedokteran Unsri yang telah menyumbangkan tenaga dan pikiran hingga memungkinkan terlaksana Dies Natalis XVII FK Unsri pada tanggal 1 Juli 1979 sampai 2 Oktober 1979 bunyi dalam dokumen yang ditandatangi Dekan Fakultas Kedokteran Unsri, dr A Agoes.
Dr Mohammad Ali juga disebut berperan penting dalam mendukung pembangunan RSUP Mohammad Hoesin Palembang di masa itu, salah satu perannya menghibahkan tanah untuk rumah sakit.(Nila Ertina)

