Pasar Tanah Abang Mulai Ramai Pembeli, Pasca Penutupan Aplikasi Tiktok

Pasar Tanah Abang Mulai Ramai Pembeli, Pasca (Ist)

Jakarta, Wongkito.co - Kondisi pasar tanah abang sudah mulai ramai pembeli, pasca di tutupnya platform Tiktok oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan.

Mendag, Zulkifli Hasan mengakui kondisi pasar belum pulih sepenuhnya, tapi masyarakat sudah mulai kembali berbelanja di pasar tanah abang. Sabtu, 14 Oktober 2023.

Hal itu disampaikan Menteri saat mengunjungi Pasar Tanah Abang, “Sudah mulai laris, yang belanja mulai ramai. Memang belum pulih seperti dulu. Namun kalau tadi kita lihat yang jualan wajahnya sudah pada senyum,” ujar Zulhas. 

Pihaknya mengklaim hampir 90% pedagang sudah mulai kembali bergeliat menyusul ditutupnya TikTok Shop. Selain Pasar Tanah Abang, Mendag mengunjungi pasar-pasar grosir di sejumlah kota. Di Semarang, Zulhas mengklaim perniagaan juga sudah mulai ramah. “Sudah mulai ada geliat. Besok saya giliran ke Makassar,” ujarnya.

Safari kunjungan ke sejumlah pasar dan pusat grosir diintensifkan menyusul penetapan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 50 Tahun 2020 menjadi Permendag Nomor 31 Tahun 2023. Regulasi itu mengatur pembatasan fungsi social commerce seperti TikTok Shop.

Baca juga

Zulhas mengatakan 90% perusahaan di Indonesia adalah UMKM. Oleh karena itu, pemerintah perlu mendukung UMKM. “Keberpihakan kita terhadap UMKM tidak boleh ditawar-tawar. Kita kembangkan agar mereka bisa menguasai pasar domestik,” ujarnya.

Meski demikian, Mendag meminta UMKM dan pedagang di pasar tidak alergi teknologi. Hal itu menanggapi keluhan pedagang yang meminta e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Lazada dan lain sebagainya agar ditutup seperti TikTok Shop. 

Zulhas menegaskan hal itu tidak dapat dilakukan. Mendag meminta pedagang belajar menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Hal tersebut supaya usaha dagangnya dapat berjalan beriringan antara yang di pasar dan online.

“Enggak bisa, itu kan keniscayaan. Justru pedagang yang harus belajar online,” ujarnya. Zulhas mengaku akan mengajari para pedagang tersebut untuk berdagang secara online sehingga bisa berjualan di toko miliknya sekaligus lewat online. “Makanya yang belum ngerti, belum belajar, kita nanti ajari,” ujarnya. 

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Chrisna Chanis Cara 

Editor: admin
Bagikan

Related Stories