KabarKito
Pembangunan Jembatan Layang Sekip Segera Dibangunin, Pemkot siapkan Dana Pembebasan Lahan
PALEMBANG, WongKito.co - Pembangunan jembatan layang atau flyover di kawasan simpang Sekip Ujung atau Jalan Angkatan 66 akan segera dibangun. Pemkot Palembang telah menyiapkan dana pembebasan lahan tahatahap dua senilai Rp6 miliar.
“Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V memastikan pengerjaan fisik jembatajembatan layang akaakan mulai dilaksanakan November 2021, " katkata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan RuanRuang (PUPR) Palembang, Ahmad Bastari Yusak, kemarin.
Dia mengungkapkan saat ini pihaknya sudah siap untuk pembebasan lahan, tahap satu sudah. Tahap kedua sudah disiapkan Rp6 miliar
Pembebasan lahan akan mulai dilaksanakan paling lambat tiga pekan ke depan, ungkap dia
Sementara itu, Kepala BBPJN Wilayah V Kiagus Syaiful Anwar, mengatakan awalnya kontrak akan dilaksanakan pada 2022, tetapi provinsi memastikan jika lahan sudah clear dan sudah bisa lelang pada Oktober nanti.
"Kalau lahan belum clear, kita tidak bisa bangun. Tapi, Pemprov memastikan lahan sudah bisa bebas di Oktober, maka akhir November bisa ground breaking,” ujar Syaiful.
Ia menerangkan, pembangunan flyover di Angkatan 66 ini untuk menangani kemacetan di sekitar Jalan Basuki Rahmat, Angkatan 66 dan Sekip Ujung. Syaiful juga mengharapkan Pemkot Palembang segera menyelesaikan porsi pembebasan lahan yang jadi tanggung jawabnya.
"Maret 2023 selesai. Panjang flyover ini total 760 meter, mulai dari SPBU R Soekamto - simpang tiga Sekip di Basuki Rahmat. Untuk panjang jembatannya 660 meter,” Syaiful merinci.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Provinsi Sumsel, Darma Budhy, mengatakan, ada 88 persil lahan yang harus dibebaskan untuk pembangunan flyover ini. Pembagiannya, 71 persil Pemprov Sumsel dan 17 persil jatah Pemkot Palembang.
“Anggaran yang dibutuhkan Rp80 miliar, Rp56 miliar provinsi dan Rp24 miliar ditanggung kota. Saat ini provinsi sudah melaksanakan pembebasan dua tahap Rp22,5 miliar dan tahap ketiga yang terakhir Oktober nanti. Untuk kota baru satu tahap. Kami mendorong agar kota juga menyelesaikan agar pembangunan secepatnya. Jika tidak ada anggarannya nanti akan dibicarakan sebelum APBD-P disahkan," ujar Darma Budhy. (*)

