Pemerintah Roadshow ke Petronas dan Pertamina, Cari Mitra Baru Pengganti Shell di Blok Masela

Menteri ESDM : Pencarian Mitra Baru Blok Masela Terus Dikebut (dok.KMB)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih terus berupaya melakukan pencarian mitra baru pengganti Shell Upstream Overseas Ltd di Blok Masela.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan hal ini sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo untuk mendorong agar pembangunan Lapangan Abadi Blok Masela dapat segera terselesaikan.

“Sejauh ini Pemerintah mendukung penuh. Apa yang nggak diberikan untuk Proyek Masela ini? Dukungannya penuh,” tegas Arifin dalam keterangannya dilansir pada Selasa, 6 Desember 2022.

Baca Juga :

Menurut Menteri ESDM, pencarian mitra baru pengganti Shell ini dilakukan dengan cara roadshow ke berbagai investor. Di antara investor yang berminat adalah PT Pertamina dan Petronas.

Hingga saat ini, statusnya mitra dari dalam negeri yaitu Pertamina sedang melakukan due diligence. Kemudian Petronas telah menunjukkan minatnya untuk mengelola blok ini dan bisa partisipasi masuk.

Sejauh ini, sudah banyak perusahaan migas yang tertarik menggarap Blok Masela bersama Inpex Corporation, seperti Petronas, ExxonMobil, hingga Medco Energi.

Pemerintah mengharapkan dengan adanya kerja sama dengan berbagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dapat mendorong blok migas ini dapat berjalan.

“Diharapkan kalau semua pihak semua pihak gendong-menggendong, kerja sama bahu membahu, memudahan kita bisa meng-conclude, sehingga eksekusi proyek masala ini bisa berjalan. Jadi memang harus ada fleksibilitas di sini,” tambahnya.

Arifin berharap bahwa mitra pengganti Shell di Blok Masela ini, dapat ditetapkan pada semester I tahun 2023 mendatang. Namun hingga saat ini, jadwal produksi Blok Masela belum mengalami perubahan yaitu pada 2027.

Sementara itu untuk Inpex sebagai operator, mengajukan perubahan rencana pengembangan lapangan (PoD) sehingga bisa terjadi perubahan target. Salah satu alasan revisi PoD adalah rencana penerapan teknologi carbon capture untuk menekan emisi Blok Masela.

Sebelumnya salah satu isi PoD adalah konten untuk menginjeksikan carbon capture yang tidak ada di 2019. Seiring carbon emission di industri migas sekarang, Arifin mengakui bahwa shareholder Inpex meminta hal tersebut.

Namun rencana penerapan carbon capture ini membawa konsekuensi terhadap perhitungan biaya. Pemerintah masih akan  melihat perhitungan keekonomiannya. Adapun sejauh ini, Inpex Corporation masih memegang hak partisipasi mayoritas di Konsorsium Blok Masela sebesar 65%.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Debrinata Rizky pada 06 Dec 2022 

Bagikan

Related Stories