Penempatan Pekerja Migran Indonesia Terus Meningkat

Pekerja perempuan di sebuah pabrik sepatu di Banja Luka, Bosnia dan Herzegovina (picture-alliance, PIXSELL, Dejan Rakita)

JAKARTA, WongKito.co - Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menunjukan tingginya permintaan tenaga kerja Indonesia di berbagai negara tujuan utama Asia hingga Eropa.

Namun, pemerintah menegaskan angka penempatan tersebut tidak mencerminkan total akumulasi seluruh WNI yang berada di luar negeri, melainkan jumlah warga negara Indonesia yang bekerja dan ditempatkan dalam periode tertentu.

Berdasarkan data BPS, sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 273.964 PMI ditempatkan ke berbagai negara tujuan. Taiwan menjadi negara dengan penempatan PMI terbanyak, disusul Malaysia dan Hong Kong.

Taiwan mencatat penempatan 83.216 orang, Malaysia 72.260 orang, dan Hong Kong 65.916 orang. Negara tujuan lain yang juga menyerap tenaga kerja Indonesia antara lain Korea Selatan sebanyak 12.579 orang, Jepang 9.673 orang, dan Singapura 7.898 orang. Sementara itu, Brunei Darussalam mencatat penempatan 2.872 PMI.

Data tersebut menunjukkan kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara masih menjadi pasar utama tenaga kerja Indonesia, terutama untuk sektor manufaktur, perawatan lansia, konstruksi, dan jasa domestik.

Sementara itu, data BP2MI untuk periode Januari hingga April 2025 mencatat total penambahan penempatan sebanyak 89.127 PMI. Hingga pertengahan Desember 2025, realisasi penempatan telah mencapai 286.422 orang.

Hong Kong menempati posisi teratas dengan 27.978 orang, diikuti Taiwan 19.992 orang, dan Malaysia 18.041 orang. Jepang berada di posisi keempat dengan 5.720 PMI, disusul Singapura 4.455 orang. 

Negara Timur Tengah dan Eropa juga mulai menunjukkan peningkatan, seperti Arab Saudi 2.856 orang, Turki 2.335 orang, Italia 1.289 orang, serta Brunei Darussalam 1.208 orang. Korea Selatan tercatat menerima 2.073 PMI dalam periode yang sama.

BP2MI menilai peningkatan ini mencerminkan mulai pulihnya mobilitas tenaga kerja global pascapandemi, sekaligus meningkatnya minat negara tujuan terhadap tenaga kerja terampil dari Indonesia.

Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan penempatan PMI secara agresif. BP2MI memproyeksikan jumlah penempatan akan naik dari sekitar 290 ribu orang pada 2025 menjadi 330 ribu orang pada 2026.

Hingga pertengahan Desember 2025, realisasi penempatan bahkan telah melampaui target tahunan, dengan jumlah mencapai 286.422 orang.

Lebih jauh, melalui program percepatan atau “Quick Win”, Presiden menargetkan penempatan 500 ribu PMI pada tahun 2026. Sejumlah negara disebut sebagai tujuan utama, antara lain Jepang, Jerman, Turki, Korea Selatan, Australia, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Dari target tersebut, sekitar 300 ribu PMI direncanakan berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong penempatan tenaga kerja terampil dan meningkatkan daya saing pekerja Indonesia di pasar global.

Tulisan ini telah tayang di TrenAsia.com, jejaring media WongKito.co, pada 11 Februari 2026. 

Editor: Redaksi Wongkito
Bagikan
Redaksi Wongkito

Redaksi Wongkito

Lihat semua artikel

Related Stories